Ketua Komisi II DPRD Gumas Herbert Y Asin.(Media Dayak/Ist)
Kuala Kurun, Media Dayak
Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Herbert Y Asin memperingatkan seluruh Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang beroperasi di Gumas agar tidak hanya fokus mencari keuntungan, tapi juga wajib menghormati dan menjaga kearifan lokal masyarakat Dayak yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas daerah.
Herbert yang juga Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Gumas itu menegaskan bahwa keberadaan PBS di Gumas seharusnya membawa manfaat besar bagi masyarakat sekitar, bukan malah dapat menimbulkan gesekan sosial.
“Kami tidak menolak investasi masuk ke wilayah ini, tapi investasi yang masuk harus selaras dengan nilai-nilai lokal dan budaya Masyarakat Gunung Mas. Jangan hanya ambil hasil bumi saja, tapi melupakan akar budaya dan kehidupan sosial warga,” tegas Herbert melalui panggilan telepon, Sabtu (8/11/2025).
Politikus Golkar itu menyatakan, kerap kearifan lokal sering kali diabaikan, mulai dari tata cara membuka lahan, pelestarian hutan adat, hingga penghormatan terhadap situs-situs sakral masyarakat setempat. Padahal, nilai-nilai lokal tersebut merupakan benteng harmoni antara manusia dan alam yang sudah dijaga turun-temurun.
“Kalau PBS bisa memahami dan menghormati kearifan lokal, maka hubungan dengan masyarakat pasti lebih harmonis. Ini bukan sekadar tanggung jawab moral ya, tapi juga kunci keberlanjutan usaha,” tegasnya Herbert.
Dirinyapun mendorong pemkab Gumas untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas PBS, sekaligus memastikan setiap perusahaan memiliki program pemberdayaan masyarakat yang nyata dan berpihak pada warga lokal.
“Jangan sampai pembangunan ekonomi justru menggerus akar budaya. Di tanah kita yang kaya akan sumber daya alam ini, kearifan lokal bukan penghalang investasi, melainkan fondasi keseimbangan dan keberlanjutan,” kunci Herbert.(Nov/Aw)








