Gumas Perkuat Fondasi Kesehatan! UHC 100 Persen Tercapai, Perang Lawan Stunting dan Pemerataan Tenaga Medis Jadi Prioritas Besar

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Gumas,Heriyanto.(Media Dayak/Novri J H)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Pemkab Gumas) terus memperkuat fondasi pelayanan kesehatan masyarakat sepanjang tahun 2026. Di bawah kepemimpinan Bupati Gumas, Jaya Samaya Monong, berbagai program strategis mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan, mulai dari tercapainya Universal Health Coverage (UHC) 100 persen, penguatan program preventif, hingga percepatan penanganan stunting melalui pendekatan terpadu.

Meski demikian, tantangan besar masih membayangi, terutama terkait pemerataan tenaga kesehatan hingga ke wilayah pedalaman.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Mas Rina Sari, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Heriyanto, mengatakan kondisi kesehatan masyarakat hingga pertengahan tahun 2026 menunjukkan tren yang semakin positif, sejalan dengan implementasi program unggulan Bupati melalui Tambun Bungai Sehat.

“Secara umum kami melihat adanya tren yang sangat positif. Program Tambun Bungai Sehat memberikan dampak signifikan, terutama dalam memperkuat jaminan perlindungan kesehatan masyarakat serta penguatan upaya promotif dan preventif di lapangan. Namun demikian, tantangan geografis dan pemerataan sumber daya manusia kesehatan masih menjadi fokus evaluasi kami,” ujar Heriyanto, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, pencapaian paling membanggakan adalah keberhasilan Kabupaten Gumas meraih UHC Awards 2026 Kategori Madya setelah cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS) berhasil mencapai 100 persen.

Artinya, seluruh masyarakat Gumas kini telah memiliki perlindungan pembiayaan kesehatan secara menyeluruh.

“Capaian ini bukan akhir, melainkan awal untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Fokus kami sekarang adalah mengoptimalkan Forum Kemitraan agar seluruh fasilitas kesehatan mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, responsif, dan berkualitas kepada masyarakat,” tegasnya.

Selain memperkuat sistem jaminan kesehatan, Dinas Kesehatan juga terus mengintensifkan program pencegahan stunting melalui pendekatan konvergensi lintas sektor.

Heriyanto menjelaskan, intervensi tidak lagi dilakukan secara terpisah, melainkan dipadukan dalam satu kegiatan terpadu (single event), sehingga pelayanan kepada ibu hamil, balita, remaja putri, hingga keluarga sasaran menjadi lebih efektif.

“Kami juga menggandeng berbagai pihak, termasuk akademisi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Palangka Raya, untuk memberikan edukasi kesehatan langsung di desa-desa,”ujarnya.

Dalam upaya menekan angka penyakit menular, Dinas Kesehatan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), fogging massal di wilayah berisiko, hingga berbagai pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat, termasuk operasi katarak yang mendapat sambutan antusias saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Gumas.

Namun di balik berbagai capaian tersebut, Heriyanto mengakui persoalan terbesar yang masih dihadapi adalah pemerataan tenaga medis dan tenaga kesehatan.

Menurutnya, kebutuhan tenaga kesehatan di sejumlah wilayah penyangga dan fasilitas pelayanan kesehatan masih harus dipenuhi agar kualitas layanan antara kawasan perkotaan dan pedalaman tidak mengalami kesenjangan.

“Pemerintah daerah terus mempercepat regulasi, termasuk penyusunan Peraturan Bupati mengenai penugasan khusus tenaga kesehatan serta mekanisme perekrutan berbasis e-purchasing agar distribusi SDM kesehatan menjadi lebih merata,” jelas Heri.

Ia menegaskan, secara keseluruhan kondisi kesehatan masyarakat Gumas saat ini berada pada fase penguatan sistem.

“Jaminan kesehatan sudah menyeluruh, program promotif dan preventif berjalan semakin dinamis. Kini pekerjaan rumah terbesar kami adalah memastikan mutu pelayanan dan ketersediaan tenaga kesehatan benar-benar merata hingga ke pelosok Kabupaten Gunung Mas,” tuturnya.

Sementara itu, Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan juga menetapkan sejumlah program prioritas sepanjang tahun 2026.

Program tersebut meliputi percepatan penurunan stunting melalui pemberian makanan tambahan, imunisasi lengkap, pelayanan kesehatan remaja putri, serta pelaksanaan Kick Off Stunting yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri.

Selain itu, program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) dengan sistem jemput bola juga terus diperluas melalui puskesmas.

Petugas kesehatan akan mendatangi langsung permukiman warga, rumah ibadah, sekolah, instansi vertikal hingga komunitas adat terpencil guna mengejar target cakupan pelayanan kesehatan kepada 46 persen penduduk.

Tak hanya itu, penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) menjadi agenda utama melalui edukasi deteksi dini Tuberkulosis (TBC), penyakit tidak menular (PTM), peningkatan sanitasi berbasis masyarakat, pengelolaan sampah rumah tangga, hingga pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi kesehatan bagi generasi muda.

Untuk mempercepat keberhasilan seluruh program tersebut, Dinas Kesehatan juga memperkuat kolaborasi lintas sektor bersama TP-PKK, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta berbagai pemangku kepentingan.

Seluruh stakeholder dijadwalkan mengikuti rapat koordinasi di Aula Bapperida Gumas guna menyatukan langkah, memperkuat sinergi, sekaligus memastikan seluruh program kesehatan berjalan lebih terintegrasi, efektif, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok daerah.(Nov/Aw)

image_print

Pos terkait