Gereja Harus Terlibat dalam Pembangunan

Waket I DPRD Gumas Binartha. (Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua (Waket) I DPRD Gunung Mas (Gumas) Binartha mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas membantu pembangunan rumah ibadah Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Agape Kuala Kurun dengan menggelontorkan dana sebesar Rp 1.510.000.000.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gunung Mas atas perhatiannya terhadap pembangunan rumah ibadah di wilayah ini, seperti halnya pembangunan gedung baru GPdI Agape Kuala Kurun,” kata Binartha, Rabu (11/10).

Politisi Golkar yang karib disapa Obin itu menyatakan, gereja sebagai tempat melakukan ibadah dan penyiaran agama, juga diharapkan terlibat aktif dalam kegiatan pembangunan di Gumas dalam mewujudkan Kabupaten Gumas yang bermartabat, maju, berdaya saing, sejahtera dan mandiri.

“Gereja harus bisa menjadi berkat bagi sesama tanpa membeda-bedakan suku, agama dan ras. Gereja tidak boleh pasif, tapi harus aktif dalam mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan wilayah,” tutur Obin.

Dengan terbangunnya gereja baru, wakil rakyat dapil II itu berharap jemaat semakin giat beribadah, karena ibadah mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

“Latihan badani itu terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal,” kata Obin.

Pemkab Gumas menggelontorkan dana sebesar Rp 1.510.000.000 untuk membantu pembangunan rumah ibadah GPdI Agape Kuala Kurun.

Peletakan batu pertama pembangunan gedung GPdI Agape dilakukan Bupati Gumas Jaya Samaya Monong, Rabu (11/10) sore.

Mendampingi Jaya, gembala sidang GPdI Agape Pdt Dolvie Ngayow, mewakili Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kepala Bidang (Kabid) Jasa Konstruksi Hevy Simpai, beberapa Pdt, jemaat dan undangan lainnya.

Acara peletakan batu pertama diawali dengan ibadah dan khotbah oleh Pdt Steven J Maleke, dan dilanjutkan dengan peletakan batu pertama.

Pada sambutannya, Jaya mengatakan peletakan batu pertama pembangunan gedung GPdI Agape sebagai bentuk kebaikan Tuhan, dan simbol harapan gembala sidang dan jemaat untuk memiliki bangunan gereja yang representatif.

“Pembangunan GPdI Agape dilaksanakan di tahun anggaran 2024. Ukuran bangunan, panjang 20 meter, lebar 10 meter, memiliki 2 lantai, serta fasilitas pelengkap lainnya, mampu menampung kurang lebih 300 orang jemaat,” terang Jaya.

Dinas Pekerjaan Umum dimintanya membantu merancang dan mendesain bangunan, sehingga rumah Allah itu nantinya akan terlihat megah, dan jemaat dapat menjaga dan merawatnya dengan baik, dan yang utama semangat beribadah jemaat terus meningkat.

“Jemaat harus mendukung dalam doa sejak peletakan batu pertama hingga pelaksanaan pembangunan tahun depan, supaya kegiatan pembangunan berjalan lancar. Segala kemuliaan dan hormat hanya bagi nama Tuhan, sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya,” tutur Jaya.

Figur yang siap maju di Pilkada Gumas 2024 itu menandaskan, kemegahan gedung gereja bukanlah segalanya, yang utama adalah bagaimana kehidupan kerohanian jemaat terus bertumbuh ke arah kedewasaan.

Ibadah yang dilakukan harus berdampak bagi keluarga dan masyarakat, tidak sekedar ibadah rutinitas biasa yang hanya untuk mendapat penilaian dan pujian dari manusia tanpa menghasilkan benih yang baik. (Nov/Aw)

image_print

Pos terkait