Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi KPw BI Provinsi Kalimantan Tengah; Yudo Herlambang
Palangka Raya, Media Dayak
Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah, Yudo Herlambang menyatakan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dilakukan perbankan di daerah setempat hingga April 2020 mengalami peningkatan dibandingkan triwulan I 2020.
“Peningkatan DPK ini sejalan dengan kecenderungan masyarakat pada masa pandemi untuk menahan aktivitas konsumsinya dan cenderung menabung dengan motif berjaga-jaga,” kata Yudo, Rabu (03/06/2020).
Lebih lanjut Yudo mengungkapkan, peningkatan DPK pada perbankan di Kalteng terkonfirmasi dari pertumbuhan jenis simpanan jangka pendek yaitu tabungan yang mengalami perlambatan. Sementara pertumbuhan untuk jenis simpanan jangka panjang, yakni deposito dan giro mengalami peningkatan.
Di sisi lain, Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi KPw BI Provinsi Kalimantan Tengah ini menyatakan, merebaknya pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap melambatnya penyaluran kredit yang diikuti peningkatan risiko kredit.
“Pertumbuhan kredit di Kalimantan Tengah secara Lokasi Proyek mengalami perlambatan untuk setiap jenis penggunaannya, sementara risiko kredit mengalami peningkatan,” ucapnya.
Yudo menyatakan, terganggunya pendapatan masyarakat dan pelaku usaha pada masa pandemi disinyalir menjadi penyebab meningkatnya risiko kredit dalam 4 (empat) bulan terakhir.
Sejalan dengan pertumbuhan kredit umum, penyaluran kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga mengalami perlambatan dengan risiko kreditnya yang juga meningkat. Proporsi kredit UMKM terhadap total kredit juga mengalami penurunan pada April 2020 dibandingkan bulan sebelumnya yang masih berada pada treshold 20 persen.
“Penurunan ini diperkirakan terjadi sejalan dengan meningkatnya risiko, dan adanya kehati-hatian perbankan terhadap kondisi UMKM. Ke depan penyaluran kredit kepada UMKM tetap harus dijaga dan dipertahankan sesuai threshold-nya, karena besarnya peran UMKM dalam perekonomian masyarakat,” demikian Yudo Herlambang.(aw)













