Personel Dishub Kobar melakukan monitoring tarif angkutan DAS Kumai di Dermaga Pasar Cempaka Kumai, Selasa (19/05/2026) (Media Dayak/Ist)
Pangkalan Bun, Media Dayak
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melakukan monitoring tarif transportasi sungai di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kumai, di antaranya rute Sungai Bedaun dan Sekonyer. Kegiatan tersebut dilakukan guna memastikan kondisi tarif angkutan sungai pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Selasa (19/5/2026).
Personel Dishub Kobar melakukan survei tarif angkutan sungai di Dermaga Pasar Cempaka dengan menghimpun informasi langsung dari pelaku usaha angkutan tersebut maupun masyarakat pengguna jasa transportasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kobar, Rawandi, mengatakan, bahwa monitoring dilakukan untuk mengetahui perkembangan tarif angkutan sungai di sejumlah rute yang ada di DAS Kumai setelah adanya lonjakan harga BBM.
“Monitoring ini dilakukan untuk memastikan kondisi tarif transportasi sungai di DAS Kumai setelah kenaikan harga BBM serta mendengar langsung informasi dari pelaku usaha angkutan sungai,” ujar Rawandi.
Dari hasil pemantauan di lapangan, pihaknya mendapat informasi langsung bahwa tarif angkutan sungai di wilayah DAS Kumai masih stabil dan belum mengalami kenaikan. Dan beberapa rute transportasi sungai masih memberlakukan tarif lama.
“Untuk rute Dermaga Pasar Cempaka menuju Sungai Bedaun maupun Sekonyer hingga saat ini masih menggunakan tarif lama dan belum ada kenaikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan tarif transportasi sungai tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat.
“Monitoring akan terus dilakukan agar kondisi tarif tetap stabil dan pelayanan transportasi sungai kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya. (MMC Kobar/Rd/Lsn)













