Dinkes Sarankan Hanya Yang Sakit Yang Menggunakan Masker

Suyuti Syamsul

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Sehubungan dengan terjadinya dua orang positif terpapar virus corona, membuat masker menjadi semacam barang langka dan mahal, dari pantauan media dayak.co.id ke beberapa apotek di kota Palangka Raya masker bagai barang antik dan jikapun ada di bandrol dengan harga empat kali lipat dari biasanya yakni dari harga Rp 1.500 perlembar menjadi Rp 6.000 perlebar.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Suyuti Syamsul mengatakan bahwa stok masker yang dimiliki oleh Dinkes Provinsi dan kabupaten/kota cukup untuk memenuhi kebutuhan masker. Selain Dinkes disebutkan Suyuti, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng juga memiliki cukup stok masker. 

“Kami memiliki persediaan masker cukup banyak untuk tipe N95 bagi petugas medis dan pasien dan memiliki surgical mask yang cukup untuk kebutuhan setengah penduduk di Kalteng, tetapi tidak mungkin kami bagi, karena seberapapun banyaknya jika di bagi tidak akan cukup,” tegas Suyuti, Selasa (3/3).

Suyuti menegaskan persediaan masker ini dikhususkan bagi petugas kesehatan dan hanya untuk orang yang sedang sakit. Suyuti menganjurkan penggunaan masker hanya untuk yang sakit saja, karena prinsip isolasi adalah mencegah penyebaran penyakit dengan mengurung penderita.

“Demikian juga dengan penggunaan masker yaitu mengurung atau mencegah virus menyebar dari orang sakit ke orang sehat. Masyarakat yang sedang batuk pilek sangat disarankan untuk menggunakan masker, dan bagi masyarakat yang mengalami batuk pilek disertai demam dan sesak napas segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat,” himbau Suyuti.

Lebih lanjut Suyuti menjelaskan penggunaan masker hanya mampu 50 persen mencegah penularan, yang dalam pencegahan penularan adalah dengan membiasakan diri perilaku hidup sehat. “Maka dari itu masyarakat dihimbau untuk menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan,” pungkasnya.(Ytm/Lsn)

image_print

Pos terkait