Dewan Dukung Upaya Pemerintah Perluas Areal Pertanian Di Kalteng

Foto : H. Abdul Hadi

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

    Kalangan Legislator DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), mendukung agar pihak Pemerintah terus memperluas areal Pertanian di wilayah Kabupaten. Pasalnya, lahan yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan untuk pertanian masih sangat luas.

Menurut anggota DPRD Provinsi Kalteng, H. Abdul Hadi, untuk meningkatkan hasil pertanian, khususnya pertanian padi. DPRD Provinsi Kalteng sangat mendukung upaya pemerintah untuk terus memperluas areal persawahan di Provinsi Kalteng.

Karena selain di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, Kabupaten Barito Selatan juga mempunyai potensi pengembangan persawahan. Oleh sebab itu, kepada DPRD Kalteng, beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan mengusulkan adanya penambahan areal persawahan. Usulan itu, juga bertujuan untuk mendukung swasembada pangan di wilayah Bumi Tambun Bungai

Pemkab Barsel meminta agar cetak sawah yang sebagian terkena kawasan hutan, agar ada penambahan areal menjadi 2000 hektare lagi dan kita mendukung adanya usulan tersebut,Ucap H. Abdul Hadi, saat dibincangi media ini, di Gedung Dewan, jalan S.Parman, Jumat (4/1) kemarin.

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng IV, meliputi Kabupaten Barito Timur, Barito Selatan, Barito Utara dan Murung Raya ini juga mengungkapkan, dalam rangka mengembangkan pertanian padi sawah di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), masyarakat setempat meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng, untuk dapat menyediakan bantuan traktor. Salah satunya mengenai masalah pengembangan pertanian padi, dimana sangat membutuhkan traktor.

Mereka meminta bantuan alat pertanian berupa traktor dengan roda penggali tanah yang berukuruan 5-10 sentimeter, ungkapnya.

Dikatakan Abdul Hadi, bantuan traktor dengan roda penggali tanah 5-10 sentimeter tersebut untuk mengolah lapisan tanah yang subur dengan galian dangkal saja dipermukaan.

Karena apabila lebih dari 10 sentimeter maka tanah menjadi asam dan tidak berkembang baik bagi tanaman padi, terang legislator dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Ditambahkan, sektor pertanian di wilayah Barsel ini menurut dia, sangat berbeda dengan daerah lain pada umumnya, hal ini disebabkan kondisi alam dan cuaca dan sangat tergantung dengan alam.

Karena saat musim penghujan akan terjadi banjir, sehingga petani dapat menanam menunggu air surut, hal ini yang menyebabkan terkadang dua kali menanam tetapi hanya satu kali panen,ungkap Anggota Komisi D DPRD Kalteng ini.(Nvd)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *