Pulang Pisau, Media Dayak
Sebagai upaya untuk mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Pulang Pisau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat guna memberikan pemahaman tentang pentingnya pencegahan Karhutla.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Herman Wibowo menyampaikan penanganan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab BPBD saja, tetapi juga perlu melibatkan sektor pertanian, kesehatan, lingkungan hidup, serta berbagai pihak lainnya.
“Kita semua memiliki peran dalam mencegah dan mengurangi dampak karhutla, baik dari sisi lingkungan, kesehatan masyarakat maupun aktivitas ekonomi,” kata Herman, Jum’at (19/06).
Lebih lanjut, Herman berharap keberadaan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) dapat memberikan kontribusi nyata apabila terjadi karhutla di wilayah masing-masing.
Ia menilai Kecamatan Kahayan Hilir sebagai ibu kota Kabupaten Pulang Pisau memiliki posisi strategis sehingga perlu mendapat perhatian khusus agar terhindar dari dampak kebakaran yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat maupun aktivitas pemerintahan.
Herman juga menekankan pentingnya menjaga ketersediaan air di lahan gambut melalui saluran-saluran air yang ada. Meski curah hujan pada Juni masih berpotensi terjadi dengan intensitas rendah, air yang turun harus dipertahankan agar tetap berada di kawasan gambut.
“Air hujan yang turun perlu kita jaga agar tetap tersimpan di lahan gambut sehingga kelembapan lahan tetap terpelihara dan risiko kebakaran dapat diminimalkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, patroli yang dilakukan saat ini tidak hanya bertujuan mendeteksi hotspot maupun kebakaran, tetapi juga menjadi sarana sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya karhutla. (Alp/Aw)













