Sensasi Wisata Bamboo Rafting-jajaran Komisi III DPRD Kalteng, saat mengikuti wisata Bamboo Rafting, di Loksado, Kabupaten HSS, Provinsi Kalsel. (Media Dayak/Novan)
Palangka Raya, Media Dayak
Usai Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) meliputi Pendidikan, Kesehatan dan Kepariwisataan menggelar pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam rangka Kunjungan Kerja (Kunker), jajaran Komisi III DPRD Kalteng, langsung bertandang ke wilayah Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HST), untuk melihat langsung pengelolaan kepariwisataan diwilayah tersebut.
Keberangkatan Komisi III DPRD Kalteng bertitik di Kota Banjarmasin dengan didampingi oleh sejumlah pemandu dari Dinas Pariwisata Kalsel, dimana untuk menuju ke area wisata di Kecamatan Loksado, harus ditempuh dengan waktu 3 jam 30 menit, dengan melewati beberapa wilayah seperti Martapura, Binuang, Rantau dan Kandangan, serta jalur berkelak-kelok dan turun naik perbukitan.
Namun perjalanan tersebut relatif mudah untuk dilalui, mengingat sepanjang jalur khususnya dari Kandangan menuju Loksado, merupakan jalan mulus beraspal tanpa adanya kerusakan yang berarti, dimana hal ini menunjukan bahwa Pemerintah setempat, sangat memberikan perhatian pada swktor pariwisata daerah khususnya infrastuktur akses menuju lokasi wisata.
Akan tetapi bagi wisatawan yang ingin menuju ke objek wisata di Loksado, terutama wisatawan yang belum pernah berkunjung kesana, tentu harus menggunakan peta digital Google Maps atau bertanya langsung kepada masyarakat disepanjang jalur yang dilalui mengingat minimnya petunjuk jalan dan banyaknya tikungan yang harus dilewati menuju lokasi.
Setiba di Kecamatan Loksado, jajaran Komisi III DPRD Kalteng yang menginap di Mountain Resort Meratus tidak hanya melihat langsung progres pengelolaannya, namun komisi III juga berkesempatan mencoba wisata Bamboo Rafting dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker selama jalannya wisata.
Wisata Bamboo Rafting merupakan salah satu wisata unggulan di wilayah Loksado dengan menyusuri aliran riam sungai menggunakan rakit yang terbuat dari bambu. Penyusuran aliran riam pegunungan meratus tersebut, dimulai dari Mountain Resort Village, dimana para Legislator Kalteng diwajibkan memakai sejumlah peralatan Safety yaitu rompi pelampung, kemudian dimulailah kegiatan menyusuri riam sungai pegunungan meratus sepanjang kurang lebih 7 Kilometer yang memakan waktu beberapa jam tersebut.
Selama jalannya prosesi wisata Bamboo Rafting yang memacu adrenalin jajaran Komisi III DPRD Kalteng ini, para Legislator juga disuguhi dengan pemandangan alam yang benar-benar asri dan terjaga. Bahkan disejumlah titik riam, terlihat masyarakat suku Dayak asli pegunungan meratus yang tengah melakukan aktifitas kesehariannya.
“Ini merupakan The Best Moment (momentum terbaik..-red) Komisi III, dimana adrenalin kita dipacu bahkan pandangan kita juga benar-benar dimanjakan oleh keindahan alam sangat asri, alami dan terawat,” Ucap sekretaris Komisi III DPRD Kalteng, Kuwu Senilawati, saat dibincangi Mediadayak.id, disela mengikuti wisata Bamboo Rafting, pekan lalu.
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, meliputi Kabupaten Katingan Gunung Mas dan Kota Palangka Raya ini juga mengungkapkan, keindahan yang disuguhkan oleh alam Loksado sepanjang wisata Bamboo Rafting, hanya sebagian kecil dari apa yang alam bisa tunjukan sejauh mata memandang, mengingat masih banyak keindahan-keindahan alam lainnya yang masih tersimpan.
“hal ini tentunya wajib menjadi pembelajaran bagi kita semua, agar tetap menjaga keindahan yang diberikan oleh yang maha kuasa. Mengingat fakta bahwa hutan dan segala unsur didalamnya seperti flora, fauna, serta masyarakat lokal, juga menggantungkan hidupnya dari alam,” tegas Politisi dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kalteng ini.
Saat melewati sejumlah titik aliran berbatu, para Legislator Kalteng juga dihibur dengan sejumlah antraksi, yang dilakukan oleh pengemudi rakit bambu, seperti memukul-mukul air dengan tongkat kemudi, sehingga menghasilkan percikan air yang manjakan mata.
Bahkan, ketika berada dititik aliran terjal dan berbatu, para pengemudi rakit juga melakukan antraksi melompat-lompat diatas rakit dengan bertopang pada tongkat kemudi. Hal ini tentu saja membuat jajaran Komisi III DPRD Kalteng merasa salut atas keberanian para pengemudi saat melakukan antraksi sekaligus merasa terhibur.
“Adanya antraksi yang dilakukan oleh pengemudi, membuat kami salut dengan keberanian pengemudi rakit sekaligus terhibur, apalagi melompat-lompat dititik berbatu dengan bertumpu ditongkat kemudi yang hanya terbuat dari 1 ruas bambu saja perlu keahlian khusus,” ungkap wakil ketua Komisi III DPRD Kalteng dari Partai Golongan Karya (Golkar), Hj. Siti Nafsiah.
“Itulah kekuasaan dan keadilan Tuhan dalam keseharian yg sederhana mereka tetap diberikan kesempatan meraih rezeki melalui keahlian yang mereka punya dan sudah menjadi jiwa mereka yaitu atraksi2 mengagumkan dan termasuk berbahaya menurut kita orang awam” pungkas wakil rakyat dari Dapil I yang juga Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Kalteng ini.
Sensasi wisata Bamboo Rafting, berakhir saat rakit telah mencapai pelabuhan monumen Tugu Juang, yang terletak di lereng gunung Meratus, dimana selama perjalanan menyisir riam sungai, jajaran Komisi III DPRD Kalteng juga tidak lupa mengabadikan setiap momentum melalui mata lensa kamera dan jajaran Komisi III DPRD Kalteng, segera mempersiapkan diri untuk kembali ke Kota Palangkaraya.
Untuk diketahui, kegiatan ini diikuti langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Duwel Rawing, Wakil ketua komisi III, Hj. Siti Nafsiah, Sekretaris Komisi III, Kuwu Senilawati, serta anggota Komisi III, Niksen S. Bahat, Andayani, Hj. Sri Neni dan Evi Kahayanti. (Nvd/Aw)













