Bupati Gumas Sambut Mahasiswa KKN UPR, Jadilah Motor Perubahan Desa dan Akselerator Program Tambun Bungai!

Sekda Gumas, Richard didampingi Asisten II Setda Gumas Baryen, Asisten I Roby Haris, Kepala Bapperida Yantrio Aulia sejumlah camat dan  lurah berfoto bersama mahasiswa KKN Reguler Periode I UPR Tahun 2026 dan dosen pembimbing lapangan.(Media Dayak/Novri J H)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Pemkab Gumas) menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi dengan dunia akademik dalam mempercepat pembangunan daerah. Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode I Universitas Palangka Raya (UPR) Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban akademik, tapi juga mampu menjadi motor penggerak perubahan di desa serta akselerator pembangunan melalui Program Tambun Bungai.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Gumas Jaya Samaya Monong, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Gumas, Richard, pada kegiatan penerimaan mahasiswa KKN UPR di Aula Bapperida Gumas, Selasa (14/7/2026).

Atas nama Pemkab Gumas dan seluruh masyarakat, Bupati Jaya menyampaikan ucapan selamat datang kepada jajaran pimpinan UPR, para dosen pembimbing lapangan, serta seluruh mahasiswa peserta KKN yang akan mengabdi di sejumlah desa di wilayah Kabupaten Gumas.

“Kehadiran saudara-saudara di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau merupakan suatu kehormatan sekaligus kebahagiaan bagi kami. Kabupaten Gunung Mas dengan segala kesederhanaannya membuka pintu selebar-lebarnya dan menyambut dengan tangan terbuka, sesuai semangat Huma Betang yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, persatuan, dan gotong royong,” ujar Jaya dalam sambutannya.

Jaya menegaskan, program KKN memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekedar memenuhi tuntutan kurikulum perguruan tinggi. KKN merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat harus menjadi proses pembelajaran dua arah yang saling memperkaya. Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dari kehidupan masyarakat, sementara masyarakat mendapatkan manfaat melalui ide, inovasi, dan solusi yang dibawa para akademisi muda.

Pemkab Gumas, lanjut Jaya, memberikan apresiasi tinggi atas kemitraan yang terus terjalin dengan UPR. Program KKN dinilai sebagai bentuk sinergi strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung percepatan pembangunan.

“Berbagai program prioritas pembangunan telah kami rangkum dalam Program Tambun Bungai. Kami meyakini kehadiran mahasiswa KKN mampu menjadi akselerator untuk mendukung pencapaian program-program tersebut, khususnya di tingkat desa dan kelurahan yang menjadi lokasi penempatan,” tegas Jaya.

Jaya menambahkan, keberhasilan pembangunan daerah tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah semata. Diperlukan kolaborasi seluruh unsur pentahelix, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat hingga media.

Karena itu, ia berharap hubungan antara Pemkab Gumas dan UPR terus berkembang, tidak hanya melalui penempatan mahasiswa KKN,tapi juga dalam bentuk penelitian, pengembangan inovasi daerah, hingga pendampingan berbagai program pembangunan secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, Jaya berharap desa-desa lokasi KKN menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk memahami dinamika kehidupan masyarakat, mengenali potensi sumber daya lokal, menggali kearifan budaya, sekaligus mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Pengalaman di desa merupakan ruang belajar yang sesungguhnya. Di sanalah teori yang dipelajari di bangku kuliah akan diuji, diperkaya, dan diwujudkan menjadi karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selain menjadi media pembelajaran, Pemkab Gumas juga berharap mahasiswa mampu menghadirkan gagasan-gagasan inovatif yang dapat membantu pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Gunung Mas, Yantrio Aulia, menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani antara Bupati Gumas dan Rektor UPR.

Yantrio menyebutkan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan arahan kepada seluruh mahasiswa terkait pelaksanaan program kerja di lokasi KKN, sekaligus melibatkan mereka dalam program intervensi serentak percepatan pencegahan dan penurunan stunting di desa-desa yang menjadi lokasi pengabdian.

“Output kegiatan hari ini adalah tersampaikannya arahan kepada seluruh mahasiswa mengenai program yang akan dilaksanakan di lokasi KKN, sekaligus pelibatan mereka dalam intervensi serentak percepatan pencegahan dan penurunan stunting di wilayah penempatan,” kata Yantrio.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten II Setda Gumas Baryen, Asisten I Setda Gumas Roby Haris, sejumlah camat, lurah, serta para pemangku kepentingan yang mendukung pelaksanaan program KKN di Gumas. (Nov/Aw)

image_print

Pos terkait