Rombongan JCH Asal Katingan Hingga Saat Ini Dalam Kondisi Sehat Wal Afiat

Ketua rombongan JCH asal Kabupaten Katingan Budi Wahidin bersama 49 orang JCH lainnya saat berada di kota Madinah, guna menunaikan ibadah haji, Sabtu (16/5). (Media Dayak/Ist)

Kasongan, Media Dayak

Bacaan Lainnya
Rombongan Jema’ah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Katingan, yang berjumlah 49 orang saat pelepasan dari Kasongan pada 27 April 2026 yang lalu oleh Bupati Katingan Saiful menuju asrama Haji di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tidak mengalami hambatan atau kendala. “Bahkan dari sisi kesehatan pun masih dalam keadaan sehat wal afiat,” kata ketua rombongan JCH Kabupaten Katingan tahun 1447 H/2026 M, Budi Wahidin, yang diungkapkannya kepada sejumlah awak media, Sabtu (16/5), via telpon selulernya, di tanah suci Mekkah. 

Setelah istirahat di asrama Haji Banjarmasin selama satu hari, rombongan menurut Budi Wahidin, pada subuh harinya terbang menuju kota Madinah dengan waktu perjalanan berkisar antara 10 hingga 12 jam. Sesampainya di kota Madinah langsung melaksanakan rangkaian Haji selama 9 hari. Selanjutnya, menuju kota suci Mekkah dengan menggunakan bus yang membutuhkan waktu sekitar 6 jam. 

 
“Di kota suci Mekkah ini pula semua jama’ah yang ikut rombongan JCH asal Katingan dalam keadaan sehat wal afiat,” terangnya, seraya bermohon doa dari masyarakat Katingan, semoga semua Jama’ah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dan mendapatkan predikat haji yg mabrur, serta pulangnya ke tanah air Indonesia hingga ke Kasongan Kabupaten Katingan juga dalam keadaan lancar, selamat dan dalam keadaan sehat wal afiat. 

Terkait dengan pelayanan yang diberikan oleh petugas di asrama haji Banjarnasin, di Madinnah dan di kota suci Mekkah menurut Budi Wahidin yang juga salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan ini, sangatlah baik. Baik pelayanan fasilitas, katering, akomodasi hingga tempat penginapannya. “Kami juga selalu mentaati semua aturan dan regulasi yang berlaku di asrama haji Banjarmasin, di Madinah dan di kota suci Mekkah,” akunya. 

Di tempat terpisah, sebelumnya atau pada tanggal 27 April 2026 yang lalu, Bupati Katingan Saiful saat melepas JCH Kabupaten Katingan yang berjumlah 49 orang tersebut dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental selama menjalankan ibadah hajinya dan berharap dilancarkan. “Sehingga mendapatkan gelar Haji yang mabrur,” harapnya.

Dengan terjaganya kesehatan tersebut menurut Saiful, para JCH asal Katingan ini nantinya akan fokus dan mampu pula menjalankan semua rangkaian ibadah hajinya. “Semoga dapat menunaikan rukun ke lima dari rukun IsIam, tanpa kendala yang berarti hingga kembali ke Kabupaten Katingan,” pungkasnya. (Kas/Aw)

image_print

Pos terkait