Bupati Beberkan Capaian Pembangunan 2019-2023

Bupati Jaya S Monong bersama Wabup Efrensia LP Umbing.(Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya S Monong membeberkan capaian pembangunan Kabupaten Gumas selama tahun 2019-2023.

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan dalam pencapaian visi misi Kabupaten Gumas 2019-2024, yaitu dalam bidang infrastruktur, antara lain peningkatan jalan Parempei-Bereng Jun. Tumbang Miri-Tumbang Napoi, Tumbang Miri-Tumbang Marikoi.

“Pembangunan pile slab menuju oprit jembatan di Sepang Kota-Sepang Simin. Pergantian jembatan Sei Kahat Kelurahan Kuala Kurun dan jembatan Sei Karungen Kelurahan Tewah,” terang Jaya, Selasa (2/1).

Selanjutnya, penyusunan master plan kawasan wisata untuk beberapa desa obek wisata di Gumas. 

Penetapan 15 hutan adat yang tersebar di 5 kecamatan dengan luasan 68.601 hektar dengan tujuan meningkatkan kualitas kehidupan sosial masyarakat setempat sehingga hutan dapat dikelola secara berkelanjutan.

“Penurunan stunting dari 35,9 persen pada tahun 2021 sehingga menempatkan Kabupaten Gunung Mas tertinggi untuk kasus stunting di Kalimantan Tengah. Tapi dengan kerja keras bersama, kita berhasil menurunkan stunting menjadi 17,9 pada tahun 2022 berdasarkan hasil survei studi kasus gizi Indonesia tahun 2022,” kata Jaya.

Jaya menjabarkan di bidang pendidikan, angka partisipasi kasar dan angka partisipasi masyarakat tingkat SD tahun 2022 mencapai 100 persen. Demikian juga angka kelulusan 100 persen, sedangkan  angka partisipasi kasar dan angka partisipasi masyarakat tingkat SMP mencapai 82,48 persen dengan tingkat kelulusan 100 persen.

Di sektor pertanian, produksi padi sawah tahun 2021 sebanyak 1.240 ton, terjadi kenaikan pada tahun 2022 menjadi 3.395 ton atau 170 persen. Padi ladang tahun 2021 sebesar 1.300 ton, terjadi kenaikan tahun 2022 sebesar 2.724 ton atau 116 persen.

Tanaman jagung untuk tahun 2021 sebesar 895 ton, terjadi penurunan tahun 2022 sebesar 400 ton atau 53 persen. Untuk tanaman holtikultura secara umum mengalami kenaikan produksi namun ada juga yang mengalami penurunan.

Kemudian berdasarkan hasil pengolahan data  dari BPS, peningkatan pertumbuhan ekonomi Gumas dari 3,39  tahun 2020, meningkat menjadi 6,47 pada tahun 2022, dengan pendapatan perkapita 2,4 juta rupiah pada tahun 2019 menjadi 4,7 juta pada tahun 2022.

“Tingkat pengangguran terbuka lima tahun terakhir berfluktuasi tetapi cenderung menunjukkan trend positif dari 3,11 persen tahun 2021 menurun menjadi 2,96 persen pada tahun 2022. Indek Pembangunan manusia juga terjadi kenaikan dari 70,23 pada tahun 2019 menjadi 71,4 pada tahun 2022,” tutur Jaya.

Atas nama pribadi bersama Wabup Efrensia LP Umbing, Jaya mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila selama 4 tahun 7 bulan memimpin Kabupaten Gumas, masih terdapat kekurangan dan kelemahan, masih terdapat yang puas dan yang tidak puas.

“Kami [Jaya-Efrens] memang bukan alat pemuas,” pungkas Jaya. (Nov/Aw)

image_print

Pos terkait