BPK RI Kalteng Entry Meeting Dalam Rangka Pemeriksaan Interim Atas LKPD Tahun 2023

ENTRY MEETING BERSAMA BPK RI KALTENG-Pj Bupati Muhlis didampingi Pj Sekda Jufriansyah, Inspektur Barito Utara, dan tim BPK RI Perwakilan kalteng saat melaksanakan entry meeting terkait LKPD tahun 2023, di aula Setda lantai I, Selasa (30/1).(Media Dayak:Lana)

Muara Teweh, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah (KalTeng) melaksanakan Entry Meeting dalam rangka pemeriksaan interim atas laporan keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Barito Utara Tahun 2023 di Aula Setda Lantai I, Selasa (31/1).

Entry Meeting BPK ini di hadiri Pj Bupati Drs Muhlis, Pj Sekda Jufriansyah, Kepala Inspektorat Rahmad Muratni, Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Kepala BPK RI Perwakilan Kalteng Bayu Harry Purwanto beserta tim, Kepala OPD berserta jajarannya dan undangan lainnya.

Pj Bupati Muhlis pada Entry Meeting bersama BPK RI Perwakilan Kalteng mengucapkan selamat datang kepada tim entry meeting BPK RI Perwakilan Kalteng di Kabupaten Barito Utara. “Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, atas kehadiran Tim BPK RI Perwakilan Kalteng, Pak Bayu bersama rekan-rekan di Barito Utara,” kata Muhlis.

Dikatakan Pj Bupati, pemeriksaan ini akan dilakukan selama waktu satu bulan penuh dan akan ada jeda pada tanggal 8 Februari 2024. Dan mengharapkan pada minggu tenang tersebut tetapi data-data harus disampaikan lebih awal. “Apapun data yang diminta oleh BPK bisa dikasih di awal,” ucapnya.

Muhlis meminta kepada OPD agar setiap belanja yang dikeluarkan baik itu belanja modal, operasional dihitung secara terperinci pasti akan ballance. “Sekecil apapun pasti akan ballance, apabila ada yang kurang harus dirapikan serapi rapinya,” kata mantan Kepala Bappedalitbang ini.

Pj Bupati Muhlis juga meminta kepada bendahara pengeluaran, bendahara penerimaan, PPTK supaya mengontrol dengan benar sehingga laporan keuangan dapat disusun secara rapi. “Laporan keuangan kita tentunya bisa diserahkan di bulan Februari, jangan di akhir Maret keburu masuk bulan Ramadhan, karena pemeriksaan selanjutnya akan terganggu sehingga pelayan auditnya akan terlambat,” cetusnya.

Lebih lanjut Muhlis, setiap bulan pada saat belanja dapat menyususun laporan keuangan. “Akhir bulan kita harus tau, berapa posisi kas, berapa posisi aset tetap, berapa operasional sehinga pada akhir tahun pada bulan Desember sudah final tinggal kompilasi saja oleh BPKA selaku penyususn keuangan,” imbuhnya.

Ia juga mengatakan, salah satu tujuan dari pemeriksaan ini adalah dalam rangka mengepaluasi tindak lanjut dari hasil pemeriksaan BPK. “Saya mengharapkan dari hasil audit tidak ada lagi temuan temuan. Kalau masih  ada juga temuan-temuan pasti akan juga berpengaruh pada Opini kita,” ungkapnya.(lna/Aw) 

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait