Kepala SMPN 4 Kurun Korpet berdiri di atas paving yang dibawa siswa alpa dan bolos.(Media Dayak/Novri JKH)
Kuala Kurun, Media Dayak
Fenomena siswa bolos sekolah salah satunya kerap terjadi di SMPN 4 Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Sejumlah siswa yang kedapatan meninggalkan sekolah saat jam pelajaran atau tidak turun ke sekolah tanpa keterangan, harus menerima sanksi disiplin dengan membawa paving.
“Hukuman bagi siswa yang kerap bolos atau tanpa keterangan ini dengan mambawa paving sebagai bentuk pembinaan,dan hukuman ini mendapat dukungan dari orang tua siswa,” ujar Kepala SMPN 4 Kurun, Korpet, Jumat (30/1/2026) pagi.
Menurut Korpet, hukuman siswa bolos dan tidak mengikuti proses belajar tanpa izin resmi dari pihak sekolah, untuk memberikan efek jera, pihak sekolah menerapkan hukuman yang bersifat edukatif dan tidak mengandung kekerasan.
“Siwa yang alpa sekali, hukumanya membawa dua paving, dua kali alpa membawa empat paving sedangkan siswa yang bolos satu kali membawa lima paving. Hukuman ini untuk merangsang siswa supaya giat sekolah, tidak alpa dan membolos. Hukuman semacam ini kami terapkan baru-baru ini,” terang Korpet.
Lanjut Korpet, paving yang dibawa siswa itu dipasang di halaman depan sekolah, dan pihaknya memang memprogramkan halaman depan SMPN 4 Kurun terpasang paving semua. “Sudah ada seratusan paving yang terpasang di halaman sekolah,” ucapnya.
Korpet menjelaskan hukuman diberikan kepada siswa SMPN 4 Kurun, di bawah pengawasan langsung guru dan pihak manajemen sekolah.
“Kami [pihak SMPN 4 Kurun] menilai tindakan alpa dan bolos sekolah dapat berdampak buruk terhadap kedisiplinan, prestasi belajar, serta pembentukan karakter siswa. Oleh karena itu, diperlukan langkah tegas namun mendidik agar siswa menyadari kesalahan dan tidak mengulanginya lagi,” tandas Korpet.
Korpet menyebut, hukuman yang diberikan bukan hukuman fisik yang bersifat kekerasan, melainkan bagian dari pembinaan karakter. “Kami ingin siswa jera, sadar, dan kembali fokus pada kewajibannya sebagai pelajar,” imbuhnya.
Korpet menyatakan, melalui pendekatan pembinaan yang tegas namun humanis, para siswa dapat memperbaiki sikap, meningkatkan kedisiplinan, serta menjadi contoh bagi siswa lainnya agar tidak melakukan pelanggaran serupa.(Nov/Aw)










