Puluhan warga di dekat taman Religius/Masjid Baitul Yaqin-Kasongan memanfaatkan banjir kiriman untuk berenang gratis.(Media Dayak/Ist)
Kasongan, Media Dayak
Sudah tiga hari ini, banjir kiriman dari wilayah hulu Katingan, sudah memasuki Kasongan, ibukota Kabupaten Katingan.
“Ketinggian air antara 1 hingga 1,5 meter,” kata Camat Katingan Hilir, Kariadie SE kepada sejumlah media, Kamis siang (17/9).
Bahkan, banjir kiriman di ibukota Katingan ini tidak hanya di Kelurahan Kasongan Lama dan Kasongan Baru, tapi juga di hampir semua desa yang ada di kecamatan Katingan Hilir.
“Seperti pemukiman penduduk di desa Tumbang Liting, desa Tewang Kedamba, desa Hampalit dan tiga desa lainnya,” sebutnya.
Kariadie mengaku cukup pusing, karena banjir kiriman ini mampu bertahan dengan kisaran antaran 5 hingga 7 hari. Selain mengganggu aktivitas, masyarakat juga sibuk mengurus barang-barang yang ada di dalam rumah masing-masing.
“Pasalnya, air banjir kiriman ini bukan saja menggenangi ruas jalan, tapi juga menggenangi rumah mereka,” terangnya.
Untuk menindaklanjuti hal tersebut, sejak Rabu (16/9), pihak kecamatan Katingan Hilir sudah melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang rumahnya digenangi ari dengan ketinggian 1,5 meter.
“Jumlah masyarakat yang sudah kami evakuasi ke dataran yang lebih tinggi sekitar 106 jiwa,” ujarnya.
Adapun tempat pengungsian korban banjir adalah di taman Religius, dekat jembatan Sei Katingan. Di tempat tersebut, mereka bukan saja diberi tempat berteduh, tapi juga diberi konsumsi dan pelayanan kesehatan gratis oleh tim medis dari Dinas Kesehatan setempat.
Berdasarkan data yang dikumpulkan sejak hari pertama hingga hari ketiga banjir, Kariadie menyatakan, korban banjir sudah mencapai 10 ribu jiwa.
Camat Katingan Hilir bersyukur bahwa korban banjir memperoleh bantuan dari Polda Kalteng dan ada pula dari TNI. “Sementara untuk bantuan dari Dinsos setempat sampai hari ini data korban sudah masuk, tinggal menunggu prosesnya saja,” pungkasnya. (Kas/aw)













