Atasi Krisis Hasil Laut, Pemerintah Diharapkan Rangkul Masyarakat Bangun Tambak Ikan

Foto : H.M. Asera

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

   Sejumlah masyarakat di Sampit, kabupaten Kotawaringin Timur, mengeluh atas kelangkaan ikan laut dipasar tradisional. Bahkan Ikan laut yang tersedia saat ini merupakan ikan laut yang berasal dari Kalimantan Selatan (Kalsel), dimana ikan laut tersebut dijual dengan kisaran harga yang cukup tinggi, yaitu berkisar 30 hingga 40 ribu perkilogramnya.

Berdasarkan pemberitaan salah satu media lokal, kelangkaan ikan laut ini terjadi akibat faktor alam berupa cuaca ekstrim dalam beberapa pekan terakhir, sehingga pihak Pemerintah melalui Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan larangan, agar para nelayan di Sampit tidak melakukan aktifitas melaut untuk sementara waktu.

Namun larangan melaut demi menjaga keselamatan para nelayan lokal tersebut, berdampak pada kelangkaam Ikan laut dipasaran, dan kini masyarakt hanya mengharapkan pasokan ikan yang berasal dari wilayah Kotabaru, Provinsi Kalsel.

Menurut anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), H.M. Asera, kelangkaan ketersediaan ikan laut dipasaran, tidak bisa menyalahkan BMKG maupun nelayan, karena kelangkaan tersebut merupakan akibat dari faktor alam dan BMKG mengeluarkan kebijakan larangan melaut, demi menjaga keselamatan para nelayan.

“Kalau memang terjadi kelangkaan ikan karena cuaca ekstrim, seperti angin kencang dan sebagainya, apalagi BMKG mengeluarkan larangan bagi para nelayan untuk beraktifitas dilaut, maka apa boleh buat, karena penyebapnya adalah faktor alam dan larangan tersebut dikeluarkan demi menjaga keselamatan para nelayan.”Ucap Asera, saat dibincangi wartawan di Gedung Dewan, jalan S.Parman, Senin (7/1) kemarin.

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapik) Kalteng V, meliputi Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau ini juga mengungkapkan, untuk saat ini, masyarakat hanya bisa berharap agar cuaca dapat secepatnya kembali normal dan para nelayan bisa kembali beraktifitas seperti biasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan konsumsi ikan laut.

“Untuk saat ini, masyarakat kita harapkan bisa bersabar dan berharap agar cuaca yang tadinya bersifat ekstrim bisa secepatnya kembali normal, sehingga para nelayan bisa kembali beraktifitas dalam menangkap ikan di laut, demi memenuhi kebutuhan masyarakat akan konsumsi ikan.”Ujarnya

Politisi dari Fraksi gabungan Partai Kebangkitan Bangsa Persatuan Pembangunan (PKBPP) ini juga menyarankan, agar kelangkaan ikan laut yang diakibatkan oleh faktor alam ini tidak terulang kembali, kedepannya pihak Pemerintah khususnya Dinas/Instansi terkait diharapkan dapat merangkul masyarakat, untuk membangun tambak sehingga dapat mencukupi kebutuhan masyarakat  akan ikan, walaupun sedang dalam kondisi cuaca ekstrim.

“Saran saya, kedepannya pihak Pemerintah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan bisa merangkul masyarakat untuk membangun tambak ikan, sehingga kebutuhan masyrakat akan ikan bisa terpenuhi walaupun sedang berada dalam kondisi cuaca ekstrim, seperti yang dilakukan oleh Provinsi Kalsel. Jangan sampai kelangkaan ini terulang kembali.”Pungkas Wakil Ketua Komisi B DPRD Kalteng, yang membidangi perkebunan, pertambangan, kelautan dan perekonomian ini.(Nvd)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *