Antrean BBM Jadi Sorotan, DPRD Tekankan Pentingnya Edukasi Publik

Anggota DPRD Provinsi Kalteng Siti Nafsiah. (Media Dayak/Ist)
 
Palangka Raya, Media Dayak 
 
Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kalteng menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalteng.
 
Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah, menekankan pentingnya edukasi publik guna mencegah kepanikan masyarakat yang dapat memperparah kondisi di lapangan.
 
Menurutnya, antrean yang mengular tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan, tetapi juga berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas serta memicu keresahan di tengah masyarakat luas.
 
Ia menjelaskan, salah satu faktor utama yang memicu kondisi tersebut adalah perilaku panic buying atau pembelian bahan bakar secara berlebihan oleh sebagian masyarakat.
 
“Perilaku ini muncul karena adanya kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan BBM, meskipun hingga saat ini belum ada kejelasan resmi dari pihak berwenang terkait hal tersebut,” jelasnya, Kamis (23/4/2026)
 
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kepanikan yang tidak terkendali justru dapat memperparah situasi, termasuk memperpanjang antrean dan menghambat aktivitas masyarakat.
 
Untuk itu, politisi dari Fraksi Golkar tersebut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Di sisi lain, pemerintah diminta lebih aktif memberikan informasi yang jelas dan akurat terkait ketersediaan BBM agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
 
Ia juga menegaskan pentingnya langkah cepat dari pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas dari kondisi tersebut.(Ytm/Lsn)
 
image_print

Pos terkait