Kepala OPD dan Camat serta para undangan lainnya saat menghadiri dan mengikuti FKP RKPD dan FLPD Kabupaten Katingan tahun 2027 yang dipimpin langsung oleh Wabup Katingan, Firdaus, Selasa (24/2), di aula kantor Bappedalitbang Kabupaten Katingan.(Media Dayak/Ist)
Kasongan, Media Dayak
Wakil Bupati (Wabup) Katingan Firdaus pimpin Forum Konsultasi Publik (FKP) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Forum Lintas Perangkat Daerah (FLPD) Kabupaten Katingan tahun 2027, Selasa pagi (24/2), di aula kantor Bappedalitbang Kabupaten Katingan.
Bupati Katingan Saiful dalam sambutan tertulisnya, yang dibacakan Wabup setempat Firdaus mengatakan, dalam kegiatan ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi kita untuk bersama-sama melakukan pembahasan dan menelaah aspirasi pemangku kepentingan pembangunan yang dimulai sejak tahap awal perencanaan. “Baik dalam perspektif pendekatan perencanaan secara partisipatif, bottom-up maupun top down,” kata Firdaus.
Adapun istilah dari penyusunan RKPD tahun 2027 dimaksud menurutnya, mengacu pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Katingan tahun 2025-2029. Maksudnya, RPJMD Kabupaten Katingan tahun 2025-2029 sebagai acuan untuk memberikan panduan kepada Pemda dan menjaga kesinambungan pembangunan antar perencanaan Kabupaten/Kota, Provinsi dan nasional, sebagaimana yang diamanatkan dalam Permendagru nomor 86 tahun 2017.
Selanjutnya, dirinya menjelaskan tentang strategis pembangunan di tahun 2027 mendatang, yaitu merupakan tahun yang dalam kesinambungan daerah dihadapkan pada berbagai tantangan. Tantangan tersebut diantaranya keterbatasan fiskal daerah, kebutuhan peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan dayasaing daerah dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, peningkatan kualitas infrastruktur dan konektivitas wilayah. Dengan kondisi tersebut, kita dituntut untuk lebih fokus pada program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Oleh karena itu, lanjutnya, perencanaan kita selain harus adaptif dan berbasis data, juga mengedepankan efektivitas dan efesiensi anggaran dengan menekankan pentingnya memperkuat implementasi satu data Indonesia di daerah. “Dengan tujuan, agar setiap kebijakan yang ambil benar-benar didasarkan pada data yang akurat, mutakhir dan terintegrasi,” terangnya.
Kemudian, melalui forum tersebut dirinya mengingatkan kepada semua perangkat daerah agar melakukan singkronisasi program dan kegiatan antar perangkat daerah dengan maksud agar tidak terjadinya tumpang-tindih dan pemborosan anggaran.
Akhir dari sambutannya, orang nomor dua di Kabupaten berjuluk bumi Penyang Hinje Simpei ini, dengan tegas meminta agar memprioritaskan program yang berdampak langsung kepada masyarakat. Artinya, bukan sekedar rutinitas administratif, tapi pastikan indikator kinerja terukur dan realitas serta selaras dengan target nasional dan provinsi. “Pada dasarnya, melalui forum ini saya berharap, seluruh masukan dan saran dapat ditampung sebagai pertimbangan penyusunan program/kegiatan yang prioritas dan strategis,” harap mantan anggota DPRD Katingan priode 2019-2024 ini.
Hadir dalam kegiatan tersebut, diantaranya sejumlah asisten, staf akhli, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan, serta sejumlah undangan lainnya. (KAs/Aw)










