Kemarau Tiba, BPBD Diminta Rutin Patroli, Cegah dan Pantau Kekeringan Air

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 90; algolist: 0; multi-frame: 1; brp_mask:8; brp_del_th:0.0106,0.0000; brp_del_sen:0.1000,0.0000; motionR: 0; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 5767168;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 32;

Budy Hermanto, anggota DPRD Kabupaten Katingan

Kasongan, Media Dayak

Bacaan Lainnya
Musim kemarau tiba dan sudah hampir sebulan ini hujan pun tak pernah lagi turun di bumi Penting Hinhe Simpei ini. Oleh karena itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan diminta memperkuat dan rutin melakukan patroli, guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memantau tutik-titik rawan kekeringan air. Permintaan ini datangnya dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan Budy Hermanto, yang diungkapkannya kepada sejumlah awak media, Jum’at siang (7/8), di Kasongan. 

Karena, melakukan patroli dan melakukan pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mensosialisasikan larangan membakar hutan dan lahan, serta melakukan koordinasi dengan Masyarakat Peduli Api (MPA) dan aparat terjauh lainnya itu menurut legislator Partai Gerindra ini merupakan kewajiban bagi BPBD Kabupaten Katingan. “Tujuannya, untuk menghindari bencana karhutla yang lebih luas,” ujarnya. 

Selanjutnya, jika ditemukan adanya masyarakat mengalami krisis air bersih suatu desa dan kampung manapun juga di saat patroli, dirinya berharap kepada BPBD setempat agar segera turun tangan membantu pendistribusian air bersih, dengan menggunakan truk tanki yang ada di BPBD. “Untuk banyaknya suplay air bersih disesuaikan dengan kebutuhan atau permintaan masyarakat, berdasarkan laporan dari Kades atau Lurah setempat” ingatnya, seraya memberikan contoh tentang prosedur permintaan air bersih dimaksud, masyarakat yang kesulitan air bersih melapor ke Kades/Lurah. Kemudian, Kades/Lurah menyampaikannya ke BPBD. 

“Setelah dilakukan pengecekan dan disetujui, air bersih dimaksud bisa langsung dikirim menggunakan truk tangki. Kemudian ditampung pada tandon yang disiapkan untuk kebutuhan minum memasak serta untuk kebutuhan lainnya,” tuturnya. 

Terkait di musim kemarau ini pula, dirinya meminta kepada seluruh lapisan masyarakat di 13 wilayah Kecamatan yang tersebar di 161 Desa dan Kelurahan di Kabupaten Katingan ini, agar turut bersama-sama dengan BPBD dan instansi terkait untuk mengantisipasi/pencegahan karhutla dimaksud. “Salah satu yang perlu kita antisipasi) pencegahan dimaksud, adalah tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan dan jika menemui titik api sekecil apapun segera dipadamkan, dengan maksud agar tidak menjadi besar,” pintanya. 

Yang tidak kalah pentingnya juga, lanjutnya, jika kita menemukan terjadinya kebakaran hutan atau lahan dan kebakaran lainnya, selain turut serta memadamkan dengan peralatan swadaya, juga secepatnya menghubungi petugas BPBD atau aparat terkait yang berwenang. “Sehingga, dapat segera dilakukan pemadaman dan tidak meluas ke mana-mana,” tandas wakil rakyat asal Katingan II yang meliputi wilayah Kecamatan Tasik Payawan, Kamipang, Mendawai dan Katingan Kuala ini. (Kas/Aw)

image_print

Pos terkait