Wabup Minta Penyerapan Anggaran Digenjot 

Wakil Bupati (Wabup) Katingan, Firdaus

Kasongan, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Sehubungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2025 sudah memasuki triwulan III, dan ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan yang masih belum memenuhi target dalam serapan penyerapan anggaran. “Sehingga, saya meminta kepada OPD yang serapan Anggarannya belum terpenuhi atau belum mencapai target, agar digenjot,” pinta Wakil Bupati (Wabup) Katingan, Firdaus, dengan tegas, yang diungkapkannya kepada media, Kamis siang (28/8), di ruang kerjanya. 

Karena, lambat/rendahnya penyerapan anggaran menurut Firdaus, selain akan berdampak tertundanya pelaksanaan program dan kegiatan Pemkab Katingan, juga dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemanfaatan belanja Pemkab bagi masyarakat, serta menimbulkan penumpukkan belanja di akhir tahun dan mengurangi efektivitas program pembangunan. 

Adapun penumpukan belanja di akhir tahun dimaksud menurut orang nomor dua di Kabupaten berjuluk bumi Penyang Hinje Simpei ini, adalah pola penyerapan yang cendrung akselerasi pada akhir periode tahun anggaran menyebabkan penumpukan kegiatan dan pengeluaran. Sehingga, tidak efektif dan terburu-buru dalam pelaksanaannya. 

Sedangkan yang dimaksud terhambatnya pemanfaatannya, lanjutnya, dana yang dialokasikan untuk program pemkab, tetapi tidak terserap sepenuhnya sehingga akan mengurangi kemanfaatan belanja Pemkab, yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat. 

Selanjutnya, dengan serapan anggaran yang rendah atau tidak sesuai dengan target dan  aturan yang berlaku, hal ini menurutnya menjadi indikator kinerja Pemkab dalam mengelola  dan merealisasikan anggaran belum optimal. “Karena, tujuan anggaran adalah, untuk merealisasikan kinerja,” terang anggota DPRD Kabupaten Katingan periode 2019-2024 ini. 

Lebih jauh dirinya juga menjelaskan jika adanya OPD lingkup Pemkab Katingan yang sering tidak memenuhi target serapan anggaran menurutnya, perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap faktor-faktor yang menjadi penyebab rendahnya serapan anggaran dimaksud. Baik dari sisi perencanaan, administrasi maupun dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM). 

Intinya, kita menurutnya harus memastikan bahwa, proses perencanaan anggaran sudah sesuai dengan kebutuhan dan memiliki langkah-langkah pelaksanaan yang jelas. “Sedangkan, yang dimaksud dengan SDM adalah meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM yang terlibat dalam pengelolaan dan pelaksanaan anggaran,” pungkas mantan lulusan Fakultas Teknik Sipil ini. (Kas/Aw)

image_print

Pos terkait