Wabup Lamandau Resmikan Cagar Budaya Batu Batanggui

MEMIMPIN – Wakil Bupati Lamandau, Riko Porwanto, saat memimpin apel peresmian cagar budaya Batu Batanggui, Kamis (19/11) lalu. (Media Dayak)

Nanga Bulik, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Wakil Bupati (Wabup) Lamandau, Riko Porwanto, Kamis (19/11), meresmikan Batu Batanggui sebagai Benda Cagar Budaya di Kabupaten Lamandau, tepatnya di Kota Nanga Bulik.

Seperti diketahui, peresmian cagar budaya itu tidak lain, adalah dalam rangka melestarikan kekayaan budaya dan benda-benda bersejarah yang dinilai memiliki nilai historis di kalangan masyarakat.

Peresmian cagar budaya ditandai dengan pelaksanaan apel yang dipimpin langsung oleh Wabup Riko di lokasi keberadaan batu tersebut di Jalan Batu Batanggui. Apel juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lamandau, H Abdul Kohar, Plt Camat Bulik, Arbaen serta sejumlah tokoh adat dan masyarakat.

“Pemkab Lamandau sangat serius dalam upaya melestarikan budaya. Hal ini telah termanifestasikan dengan terbitnya Perda nomor 6 tahun 2018 tentang pelestarian warisan benda dan cagar budaya di wilayah Kabupaten Lamandau,” ungkap Riko Porwanto saat membacakan sambutan Bupati Lamandau.

Dirinya menambahkan, pemerintah daerah mengapresiasi dinas terkait melalui bidang kebudayaan yang terus berupaya melestarikan warisan budaya benda yang ada sesuai dengan slogan bergerak cepat menuju Lamandau Juara.

“Juara dalam hal ini, karena peresmian ini merupakan obyek yang pertama kali diresmikan oleh Bupati/Walikota di Kalimantan Tengah yang tata caranya telah sesuai dengan kaidah pelestarian cagar budaya yang telah diatur dalam undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang cagar budaya,” bebernya.

Batu Batanggui dinilai memiliki nilai penting yang dipercaya masyarakat sebagai salah satu jejak perjuangan pahlawan Nasional Tjilik Riwut. “Untuk itu, saya mengajak kita semua bersama pihak terkait untuk bersinergi dalam melindungi, mengembangkan dan memanfaatkan keberadaan cagar budaya yang ada di sekitar kita, agar dapat didayagunakan menjadi media peningkat kesejahteraan masyarakat,”bebernya.

Diharapkan pula, keberadaan cagar budaya Batu Batanggui dapat memotivasi generasi muda untuk lebih menghargai dan melestarikan adat dan budaya yang ada di Bumi Baha Bakuba. “Peran dan kepedulian seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan, sehingga nantinya situs cagar budaya ini sebagai destinasi wisata yang terkelola dengan baik dan lestari,”pungkasnya. (Tin/Rsn)

image_print

Pos terkait