Asisten I Setda Kalteng: Hamka
Palangka Raya, Media Dayak
Bullying adalah perilaku disengaja dan agresif yang terjadi berulang-ulang terhadap korban. Ada pula yang mendefinisikannya sebagai perilaku yang ditunjukkan untuk menyakiti seseorang, baik secara fisik maupun mental.
Pemerintah provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengimbau pemuda/pemudi di daerah ini untuk berhenti bullying antar sesama, sebalik mengajak belajar menghormati orang lain dimana saja dan apapun keadaan orang di sekitarnya.
“Akhir-akhir ini kita banyak mengetahui, tentang adanya kasus bullying yang terjadi pada anak-anak pemuda/remaja. Di kalangan anak sekolah kerap sekali terjadi yang namanya bullying, baik terhadap adik kelas, teman sebaya bahkan secara tidak langsung kepada guru pun sudah berani,” terang Asisten I Setda Kalteng Hamka saat mewakili Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran membuka Kegiatan Pembinaan Pemuda/Remaja Antar Agama Tahun 2020 di Hotel Dandang Tingang Palangka Raya, Rabu (11/03/2020).
Hamka menyebut, bullying sering kali terjadi dimana saja, bahkan sudah menjadi tradisi di kalangan pelajar. Tidak hanya di Indonesia ini yang terkenal akan ramah dan sopan santunnya, di negara lain bullying sering kali terjadi.
“Lantas, bagaimanakah cara kita untuk menanggulanginya? haruskah kita tetap membudidayakan bullying itu? tentu saja kita sebagai generasi penerus bangsa berkata tidak. Namun, apabila kita hanya berkata manis dimulut saja tetapi tidak melaksanakannya dengan penuh keseriusan apakah bullying bisa dihapuskan? tentu saja tidak,” tegas Asisten I Setda Kalteng.
Oeh karena itu, Hamka mengajak semua pihak untuk mulai sejak dini menghentikan bullying antar sesama, berhentilah untuk mencari kesalahan orang lain. “Jika kalian ingin dihargai. belajarlah menghargai orang lain. Jika kalian ingin dihormati, belajarlah menghormati orang lain, percayalah kita bisa menghapuskan bullying,” katanya.
Hamka mengungkapkan, Pemerintah akan berupaya, secara perlahan mulai mengimbau, masyarakat khususnya anak-anak muda untuk menerapkan di lingkungan kecil, sehingga nantinya akan terbiasa tanpa bullying. “Dan Indonesia bisa menjadi negara tanpa adanya bullying. Sebab Jika bukan kita. siapa lagi?,” tegasnya.
Melalui kegiatan Pembinaan Pemuda/Remaja Antar Agama Tahun 2020 yang laksanakan Pemprov Kalteng, melalui Biro Administrasi Kesra dan Kemasyarakatan Setda Provinsi Kalteng, pihaknya menekankan pemuda harus peduli dengan sesama makhluk ciptaan Tuhan.
“Jangan saling menindas dan jangan mau untuk ditindas. Kita juga harus mampu dan berani mengambil tindakan agar bullying bisa dihentikan. Sehingga terciptanya suasana kenyamanan dan keharmonisan satu dengan yang lainnya,” pungkas mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa provinsi Kalteng ini.(Yanting)













