Sekda Kalteng Fahrizal Fitri saat melakukan vicon dengan pihak Kemendagri di aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Jum’at (3/4) (Media Dayak/HMS Prov).
Palangka Raya, Media Dayak
Sekretaris Daerah (Sekda) provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Fahrizal Fitri melakukan video conference (Vicon) dengan pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Jum’at (3/4).
Vicon tersebut yang dilakukan dengan Sekda Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia tersebut digelar untuk menindaklanjuti arahan Presiden RI Joko Widodo dalam Sidang Kabinet Terbatas Penanganan Penyebaran Covid-19 (Virus Corona) sehari sebelumnya.
Melalui vicon tersebut, Sekda Kalteng Fahrizal Fitri menyampaikan kondisi terkini Covid-19 di Kalteng. Dikatakannya, dari jumlah terkonfirmasi Positif Covid-19, jumlah yang dilakukan perawatan, jumlah ODP, jumlah PDP serta jumlah pasien yang sembuh.
“Untuk penanganan Covid-19, Provinsi Kalteng telah membentuk Gugus Tugas percepatan penanganan covid-19 yang dipimpin oleh Gubernur Sugianto Sabran. Selain itu, Kalteng telah berstatus Tanggap Darurat per tanggal 20 Maret 2020,” jelas Fahrizal.
Sekda juga menyampaikan, Pemprov terus melakukan koordinasi dengan Forkopimda dan mendorong Kabupaten/Kota di Kalteng untuk melakukan hal yang sama guna menekan penyebaran Covid-19 di Bumi Tambun Bungai.
Terkait dengan pendanaan untuk pembiayaan covid-19, Sekda menyambut Dana Tak Terduga yang telah digunakan untuk Belanja Tak Terduga di Kalteng sejumlah Rp 18,57 miliar. Kerjasama dijalin dengan pihak-pihak terkait untuk mengawal proses penggunaan Dana Tak Terduga ini, mulai dari perencanaan, pengadaan, monitoring dan evaluasi.
“Kita tidak ingin proses dalam penggunaan Dana Tak Terduga ini menjadi permasalahan di kemudian hari,” jelas Sekda Fahrizal Fitri sembari menyampaikan terima kasih atas arahan Kemendari terkait penggunaan Dana Tak Terduga serta refocusing dan relokasi anggaran selama penanganan Covid-19.
Lebih lanjut Sekda menyebut, saat ini Kalteng kembali menyiapkan anggaran Rp 30 miliar untuk Anggaran Tak Terduga. “Kami juga sudah membuat skenario seandainya wabah Covid-19 nantinya berkembang. Kami akan menyiapkan anggaran kurang lebih Rp 500 miliar dalam rangka penanganan Covid-19 di Kalteng,” papar Sekda.(Ytm/Lsn)











