Saprana Prasarana dan Promosi Museum Balanga Perlu Ditingkatkan

Foto : Andina Theresia Narang

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

         Kalangan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengharapkan agar promosi dan sarana dan prasarana (Sapras) di Museum Balanga ditingkatkan. Pasalnya, keberadaan Museum Balanga ini merupakan salah satu objek wisata unggulan di Kota Palangka Raya.

Menurut anggota DPRD Kalteng Andina Theresia Narang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng melalui Dinas dan Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) perlu melakukan berbagai upaya strategis dalam rangka mengembangkan salah satu objek wisata unggulan ini.

Hal ini berdasarkan pengalaman yang didapatkan saat kunjungan pihaknya ke sejumlah daerah di Indonesia selama ini. salah satunya ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) beberapa waktu lalu. Pihaknya, melihat secara langsung bagaimana tata kelola administrasi museum, bahkan saat ini museum Yogyakarta telah memanfaatkan sistem digital untuk mempromosikan serta membuat benda-benda yang ada di dalam museum menjadi lebih menarik dengan menampilkan slide histori dari masing-masing benda.

“Sebenarnya, museum yang ada di Yogyakarta sama saja seperti museum Balanga, hanya saja keunggulan disana menggunakan sistem digitalisasi. Sehingga histori dari tiap-tiap benda ditampilkan dalam bentuk video sehingga terlihat lebih menarik,”Ucap Andina, saat dibincangi Dayak Pos di gedung dewan, jalan S.Parman, Jumat (6/12).

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas (Gumas) dan kota Palangka Raya, ini juga berharap, agar sistem digital yang digunakan oleh museum Yogyakarta, juga dapat diterapkan oleh museum Balanga. Sehingga histori dari benda-benda peninggakan suku Dayak menjadi lebih menarik dalam arti tidak hanya sekadar menjadi pajangan.

“Seharusnya sistem yang diterapkan oleh museum Yogyakarta, juga diterapkan oleh museum Balanga, sehingga histori dari benda bernilai budaya dapat dilihat dengan lebih menarik. Jangan sampai benda yang dipajang hanya sekadar menjadi pajangan saja, apalagi benda-benda yang ada di museum Balanga punya nilai sejarah yang tinggi, karena menunjukan perjalanan dan keberadaan suku Dayak dari masa lampau di Kalteng,” terang Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini

Selain itu, lanjut Andina, saat ini museum Balanga sangat minim pengunjung, terutama dari kalangan generasi muda, bahkan banyak kalangan wisatawan yang tidak mengetahui lokasi museum Balanga, oleh karena itu penerapan sistem digitalisasi dan menggencarkan promosi, merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. “Promosi dan sarana dan prasarananya harus ditingkatkan,” pungkasnya.(Nvd)

image_print

Pos terkait