Ketua Umum KONI Gumas, Richard jajaran pengurus KONI lainnya pada rapat bersama cabor di Sekretariat KONI Gumas, Kompleks Stadion Mini Jalan D.I. Panjaitan, Kamis (23/4/2026) sore.(Media Dayak/Novri JK Handuran)
Kuala Kurun, Media Dayak
Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mengambil keputusan penting, tidak ikut ambil bagian dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) XIII di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.
“Keputusan ini bukan tanpa pergulatan, melainkan hasil dari pertimbangan matang demi menjaga kualitas dan integritas prestasi olahraga,” ujar Ketua PTMSI Gumas Nopriaman usai mengikuti rapat bersama KONI Gumas di Sekretariat KONI Gumas, Kompleks Stadion Mini Jalan D.I. Panjaitan, Kamis (23/4/2026) sore
Nopri membeberkan dengan tegas, keikutsertaan dalam ajang tingkat provinsi bukan sekedar formalitas. Ada standar yang harus dipenuhi. Atlet yang diberangkatkan wajib memiliki potensi nyata untuk meraih medali, serta didukung rekam jejak prestasi dalam kejuaraan resmi selama satu tahun terakhir. Standar ini menjadi tolok ukur penting untuk memastikan daya saing tetap terjaga.
Namun realita berbicara lain. Kepengurusan PTMSI Gumas yang baru terbentuk melalui Musyawarah Kabupaten Luar Biasa pada 14 Agustus 2025, masih berada dalam fase awal pembinaan. Dalam waktu yang relatif singkat, proses penjaringan dan pembinaan atlet pelajar baru mulai digerakkan.
Meski begitu, semangat tak pernah surut. Tiga atlet muda binaan, yang selama ini ditempa dengan disiplin tinggi di bawah asuhan pelatih Edu Hutahuruk, telah menunjukkan dedikasi luar biasa dan harapan besar untuk tampil di panggung POPRPROV XIII.
Sayangnya, fakta yang tak bisa dihindari menjadi penentu, ketiganya belum memiliki catatan prestasi dari kejuaraan resmi dalam kurun waktu satu tahun terakhir, sebagaimana dipersyaratkan.
“Ini keputusan berat, namun harus diambil secara jujur dan profesional,” tegas Nopri.
Ia menegaskan kembali, dengan menjunjung tinggi aturan serta komitmen terhadap pembinaan yang berkualitas, PTMSI Gumas resmi memilih untuk absen. Langkah ini diambil bukan sebagai bentuk kekecewaan atau kemunduran, melainkan strategi untuk membangun fondasi yang lebih kuat ke depan.
Nopri mematikan, keputusan yang diambil pihaknya, menjadi titik awal kebangkitan. Fokus pihaknya kini diarahkan pada pembinaan berkelanjutan, peningkatan kualitas atlet, serta penciptaan prestasi nyata agar di ajang-ajang mendatang mampu tampil lebih siap, lebih tangguh, dan lebih kompetitif.
Sementara, Ketua Umum KONI Gumas, Richard mengapresiasi keputusan yang diambil PTMSI Gumas yang tidak ikut ambil bagian dalam ajang Porprov Kalteng XIII di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat. “Semangat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Gunung Mas tak boleh padam,” tegas Richard.
Richard mengingatkan absennya PTMSI Gumas dari panggung kompetisi Porprov Kalteng XIII di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, bukanlah alasan untuk berhenti berkembang.
Menurut Richard, justru di tengah keterbatasan dan keputusan berat tersebut, PTMSI Gumas harus menjadikannya sebagai momentum untuk berbenah dan memperkuat fondasi. Latihan yang konsisten, disiplin, serta peningkatan kualitas teknik atlet menjadi kunci utama untuk menatap peluang lebih besar di masa mendatang.
“Jangan jadikan ketidakhadiran di Porprov sebagai kemunduran. Ini harus menjadi cambuk agar PTMSI Gumas semakin solid, semakin fokus, dan terus mengasah kemampuan atlet,” tegas Richard yang juga Sekda Gumas.
Richard juga menekankan bahwa keberhasilan cabor tidak hanya ditentukan oleh keikutsertaan dalam satu ajang, melainkan dari proses panjang pembinaan yang berkelanjutan. Dengan komitmen kuat dan kerja keras, ia optimistis PTMSI Gumas akan mampu kembali tampil lebih kompetitif dan siap bersaing di level yang lebih tinggi.(Lsn/Aw)












