Pj Bupati Berikan Apresiasi dan Penghargaan Kepada Seluruh Fihak Yang Turut Membantu Penanganan Banjir

Pj Bupati Katingan, Saiful saat memimpin apel gabungan, Kamis pagi (20/6) di halaman kantor Bupati Katingan.(Media Dayak/ist)

Kasongan, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Penjabat (Pj) Bupati Katingan, Saiful berikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh fihak yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP dan Damkarmat, Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial  (Dinsos), Camat, Lurah, Kepada Desa (Kades) dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan yang turut melakukan pantauan, evakuasi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Katingan dalam satu bulan terakhir ini. Sehingga,  masyarakat di Kabupaten Katingan saat ini dapat beraktivitas kembali dengan normal. 

 
Apresiasi dan penghargaan ini disampaikannya di dalam sambutannya pada apel gabungan ASN lingkup Pemkab Katingan yang diselenggarakan, Kamis pagi (20/6), di halaman kantor Bupati Katingan, yang di hadiri Sekda Katingan, sejumlah asisten dan staf akhli, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Katingan dan ratusan ASN di masing-masing OPD setempat 
 
Masih terkait bencana banjir ini, dirinya berharap partisipasinya kepada seluruh ASN agar selalu membantu dalam penanganan musibah banjir yang terjadi di bumi Penyang Hinje Simpei ini. “Maksudnya ketika musibah banjir melanda daerah kita, instansi terkait agar selalu aktif melibatkan diri untuk ikut membantunya,” harapnya.
 
Diantara beberapa instansi terkait dimaksud menurutnya, seperti Dinsos dengan bantuan bahan pokoknya, Dinas Kesehatan (Dinkes) dengan bantuan pelayanan kesehatannya, termasuk penyediaan obat-obatan, baik saat terjadinya musibah banjir maupun pada pasca banjir, dengan harapan masyarakat yang terdampak banjir dapat terlayani secara baik dari sisi kesehatannya. 
 
Selanjutnya, dirinya mengingatkan pula kepada seluruh masyarakat Kabupaten Katingan agar selalu waspada terhadap fenomena atau pergantian musim dari musim penghujan ke musim kemarau (kering) nantinya. “Menghadapi musim kemarau nanti harus mengaktifkan pos-pos pemantauan titik api dan horsppot guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” ingatnya. (Kas/Aw)
image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait