Kepala KPw BI Kalteng, Yulainsyah Andrias menyerahkan bantuan berupa rompi kepada perwakilan mitra media pers BI Kalteng, Agustinus Jata saat acara buka puasa bersama di Aula Lantai 4 KPw BI Kalteng, Rabu (11/3/2026).(Media Dayak/Ist)
Palangka Raya, Media Dayak
Dalam rangka memperkuat jalinan silaturahmi, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar acara buka puasa bersama mitra media pers dan Pondok Pesantren Hidayahtullah, Palangka Raya, Rabu (11/3/2026).
Kepala KPw BI Kalteng, Yulainsyah Andrias dalam sambutannya menyampaikan tiga hal. Yang pertama adalah apresiasi dan ucapan terima kasih kepada mitra media pers yang telah bersinergi dan berkolaborasi untuk menyampaikan dan memberikan edukasi maupun informasi terkait tugas BI.
“Bank Indonesia tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan tugasnya. Terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin selama ini, dan saya berharap kerja sama ini dapat terus ditingkatkan,” katanya di Aula Lantai 4 KPw BI Kalteng.
Hal kedua yang disampaikan Yuliansyah terkait dengan peningkatan pelayanan penukaran uang baru selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Dalam hal ini, BI Kalteng menyediakan layanan penukaran uang yg beraifat mobile atau melaui perbankan yang bekerja sama.
“Saat ini kami sudah mengunakan aplikasi antrian penukaran uang untuk pastikan pemerataan melalui pintar.bi.go.id. Kami menyediakan lebih dari 11.000 kuota dengan tiap orang maksimal menukar Rp5,3 juta. Sedianya Jumat (13/3/2026,red) sudah selesai, tapi layanan ini kami perpanjang hingga menjelang cuti bersama karena tingginya animo masyarakat,” ucapnya.
hal terakhir yang disampaikan Yuliansyah Andrias adalah imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan mencermati ciri-ciri uang rupiah. Hal ini perlu dilakukan guna mencegah petedaran uang palsu (Upal) di Masyarakat.
“Keberadaan uang palsu biasanya muncul pada momen peredaran uang seperti saat ini. Kalau sudah terima uang palsu kasihan (masyarakat,red) karena uang palsu tidak bisa ditukar dan BI hanya bisa meneruskan laporan ke polisi. Memang di wilayah BI Kalteng masih sedikit peredaran uang palsu, tapi lejih baik waspada,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris PWI Kalteng, Ika Lelunu menyampaikan bahwa kemitraan dengan BI Kalteng telah terjalin dengan baik, dan dia juga memiliki harapan yang sama dengan Yuliansyah Andrias agar kerja sama yang sudah terjalin dapat lebih ditingkatkan lagi.
“Wartawan sebagai pilar ke-4 demokrasi sangat berbeda dengan tiga pilar lainnya. Semua pengeluaran dari tiga pilar demokrasi yaitu Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif, ditanggung oleh pemerintah. Sementara wartawan selaku pilarke-4 demokrasi justru harus merogoh kantung sendiri (untuk pengeluarannya,red). Untuk itu, kami sangat berterima kasih kepada BI Kalteng apabila dapat membantu meningkatkan kompetensi wartawan melalui pelatihan menulis agar wartawan dapat menulis berita ekonomi dengan baik dan benar,” tutup Ika Lelunu.(Aw)











