Penyerapan Anggaran Baru 26 Persen, Bupati Barito Utara Minta Seluruh OPD Pacu Kinerja

APEL GABUNGAN LINGKUP PEMKAB – Bupati Barito Utara H Shalahuddin saat pimpin apel gabungan di lingkup Pemkab setempat, Senin (20/54/2026) dihalaman kantor bupati. Media Dayak/Lana) 

Muara Teweh, Media Dayak 

Bupati Barito Utara H Shalahuddin menyoroti capaian penyerapan anggaran daerah yang hingga saat ini baru mencapai sekitar 26 persen dari target yang ditetapkan. Hal tersebut disampaikan saat memimpin apel gabungan di halaman Kantor Bupati Barito Utara, Senin (20/4/2026).

Bacaan Lainnya

Dalam arahannya, Bupati menyebutkan bahwa capaian tersebut masih menyisakan ketertinggalan sekitar 14 persen yang harus segera dikejar oleh seluruh perangkat daerah melalui percepatan pelaksanaan program dan kegiatan.

“Saat ini penyerapan anggaran kita baru sekitar 26 persen. Artinya masih ada ketertinggalan yang harus kita kejar bersama,” ujar Bupati. Meski demikian, ia menyampaikan apresiasi kepada para kepala dinas dan jajaran yang telah bekerja keras serta bahu-membahu melakukan percepatan penyerapan anggaran di masing-masing instansi.

Menurut Bupati, salah satu indikator nyata bahwa pemerintah bekerja adalah bergeraknya realisasi penyerapan anggaran. Jika serapan masih nol atau sangat rendah, maka hal itu menunjukkan program belum berjalan optimal. Karena itu, ia menegaskan bahwa evaluasi dilakukan secara rutin, baik harian maupun mingguan, guna melihat perangkat daerah mana yang telah bekerja maksimal maupun yang masih mengalami kendala. 
 
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengungkapkan masih ada tiga instansi yang realisasi anggarannya tergolong rendah, yakni Dinas PUPR yang masih berada di kisaran 6 hingga 7 persen, Dinas Pertanian sekitar 9 persen, serta rumah sakit sekitar 2 sampai 3 persen.

Meski demikian, ia memahami bahwa rendahnya serapan di rumah sakit disebabkan proses pengadaan yang memiliki mekanisme tersendiri, sementara di Dinas PUPR masih terkendala tahap perencanaan yang seharusnya sudah selesai lebih awal.

“Perencanaan seharusnya selesai lebih dulu, sehingga tinggal pelaksanaan fisik. Kalau perencanaan dan fisik berjalan bersamaan, maka penyerapan pasti terlambat,” jelasnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Barito Utara ini optimistis pada bulan Juni hingga Juli mendatang realisasi anggaran dapat meningkat signifikan dan menembus angka 30 hingga 40 persen. Namun ia mengingatkan agar keterlambatan yang terjadi tahun ini menjadi bahan evaluasi agar tidak terulang pada tahun berikutnya.

Selain menekankan aspek administrasi, Bupati juga mengaitkan percepatan penyerapan anggaran dengan pergerakan ekonomi masyarakat. Menurutnya, semakin cepat anggaran dibelanjakan, maka semakin besar pula dampaknya terhadap roda perekonomian daerah.

“Kalau penyerapan anggaran cepat, berarti perputaran ekonomi berja jilan. Di setiap ada perputaran uang, di situ ada kemakmuran, masyarakat ikut merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Kabupaten Barito Utara masih sangat bergantung pada APBD sebagai penggerak utama pembangunan daerah, mulai dari infrastruktur hingga berbagai program pelayanan publik. Karena itu, seluruh jajaran diminta serius dan fokus dalam mempercepat realisasi anggaran demi kesejahteraan masyarakat. (Lna/Lsn)
 
 
 
image_print

Pos terkait