Penderita TB Sensitif di Katingan 103 Kasus

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 90; algolist: 0; multi-frame: 1; brp_mask:0; brp_del_th:0.0000,0.0000; brp_del_sen:0.0000,0.0000; motionR: 65537; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 4;cct_value: 0;AI_Scene: (12, 0);aec_lux: 228.67029;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 29;
kepala bidang (kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Katingan, Riady .(Media Dayak/lst)

Kasongan, Media Dayak 

 
Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang organ paru-paru (TBC paru), namun juga dapat menyebar ke organ tubuh lain seperti tulang, kelenjar getah bening, kulit, hingga otak. Cara penularannya menyebar melalui udara ketika penderita TBC aktif batuk, bersin, atau berbicara. Bakteri yang keluar dalam bentuk percikan ludah (droplets) dapat terhirup oleh orang sehat yang berada di sekitarnya. Sedangkan gejala utamanya, seperti batuk berdahak atau tidak berdahak yang berlangsung lama, yaitu berkisar antara 2 hingga 3 pekan. Pada batuk yang sudah parah, daha bisa disertai bercak darah. Demam ringan yang sering muncul, utamanya pada sore atau malam hari. Mengalami keringat berlebih di malam hari meski tanpa melakukan aktivitas fisik dan disertai penurunan berat badan drastis tanpa sebab yang jelas serta tubuh mudah merasa lelah, lesu, dan nafsu makan menurun.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Katingan, Glorious G, melalui kepala bidang (kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) setempat Riady saat dikonfirmasi terkait jumlah penderita penyakit TBC di Kabupaten Katingan menurutnya, hingga Juni 2026 ini berjumlah sekitar 103 kasus dan semuanya ditangani oleh Dinkes Kabupaten Katingan melalui tenaga kesehatan (nakes) di sejumlah Puskesmas yang ada di 13 wilayah Kecamatan serta di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mas Amsyar – Kasongan. 

Bacaan Lainnya

Maksudnya, dari Januari hingga Juni 2026 ini, Dinkes melalui Puskesmas di 13 wilayah Kecamatan dan RSUD Mas Amsyar Kasongan telah menangani 103 kasus penderita TBC. “Dari 103 kasus tersebut semuanya merupakan kasus TB Sensitif. Sedangkan kasus TB Resisten hingga hari ini belum ditemukan,” kata Riady. 

Untuk penanganan 103 kasus TB Sensitif tersebut menurutnya, semuanya hanya rawat jalan saja di belasan Puskesmas yang ada di Kabupaten Katingan, termasuk di RSUD Mas Amsyar Kasongan dengan jumlah 35 kasus. Intinya, semua penderita TB Sensitif yang jumlahnya 103 orang pada tahun 2026 ini tidak parah. Sehingga, semua penangananannya hanya rawat jalan. 

Dengan ditemukannya 103 kasus TB Sensitif tersebut, sehingga dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Katingan agar selalu waspada. Jika adanya gejala batuk, berat badan dari hari ke hari semakin menurun dan batuknya lebih dari satu pekan agar secepatnya dibawa ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan dan disekrining. “Jika dalam pemeriksaan dinyatakan TB Sensitif berarti penderita sudah positif TB Positif,” jelasnya. 

Saat ditanyakan tentang kasus penderita TBC ini menurut mantan salah satu Kabid di Dinsos ini, dari 103 kasus tersebut tidak ada seorang penderita pun yang sampai rawat inap (opname). “Artinya, masih bisa ditangani dengan rawat jalan,” tandasnya. (Kas/Lsn) 

 
 
 

 
image_print

Pos terkait