Pemprov Kalteng Dorong Pertumbuhan Ekonomi Baru

Asisten II Setda Kalteng Nurul Edy (menggunakan peci tengah) didampingi Kepala BI Perwakilan Kalteng Wuryanto dan pejabat lainnya foto bersama usai kegiatanTalk Show terkait Akselerasi Ekonomi Kalimantan Tengah (Kalteng) Melalui Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru, Desiminasi Laporan Perekonomian Kalteng, Selasa (9/7). (Media Dayak/Yanting).

Palangka Raya, Media Dayak

Bacaan Lainnya

    Bank Indonesia Cabang Kalteng gelar Talk Show terkait Akselerasi Ekonomi Kalimantan Tengah (Kalteng) Melalui Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru, Desiminasi Laporan Perekonomian Kalteng.

Kegiatan terkait laporan keuangan daerah triwulan I dan II, yang dilaksanakan di Palangka raya tersebut dihadiri oleh Asisten II Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Kalteng, Nurul Edy.

Dalam paparannya Kepala BI Perwakilan Kalteng Wuryanto mengemukakan, triwulan I lalu pertumbuhan ekonomi Kalteng agak melambat. Namun untuk triwulan II diperkirakan akan menguat.

Melambatnya  kinerja pertumbuhan ekonomi Kalteng pada triwulan I disebabkan melambatnya kinerja sektor pertanian. 

“Sedankan bidang usaha yang akan memperkuat pertumbuhan ekonomi pada triwulan ke II didorong oleh perbaikan usaha pertanian, industri pengolahan dan perdagangan. Terurama karena penguatan kosumsi domestik,” terang Wuryanto, Selasa (9/7).

Pasalnya kosumsi rumah tangga, dan pemerintah diperkirakan meningkat sejalan adanya bulan ramadhan dan hari raya idul fitri, maupun pasca hari raya permintaan masih meningkat berkaitan pula dengan tahun ajaran baru.

Pihaknya memperkirakan triwulan II tahun 2019 nanti ekonomi Kalteng mampu berada pada kisaran 6,30 sampai 6,70 persen tahun ke tahun atau (yoy).

Sedangkan sumber pertumbuhan ekonomi baru Kalteng ada tiga (3) sektor tumbuh positif dan perlu terus disinergikan. 

Ketiga sektor tersebut masing-masing sektor pariwisata, UMKM dan industri pengolahan hasil perkebunan kelapa sawit (CPO).

Sementara itu Asisten II Setda Provinsi Kalteng Nurul Edy ditemui usai menghadiri talk show mengatakan, pihaknya akan terus mendorong sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah ini.

Sehingga untuk di sektor industri, misalnya di sektor perkebunan kelapa sawit. “Kita mendorong agar perusahaan kelapa sawit tidak hanya menghasilkan CPO saja, namun juga dapat menghasilkan produk-produk turunan yang lainnya,” terangnya kepada media.

Selain itu, pihaknya juga terus mendorong agar dilakukannya pengembangan pertanian dalam arti luas, baik di sektor peternakan, pertanian, maupun perikanan sehingga diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pangan di daerah ini.

Lebih lanjut Nurul Edy juga mengemukan, saat ini pemerintah juga terus mendorong pengembangan UMKM dan pariwisata di daerah ini, sehingga diharapkan sektor UMKM dan pariwisata di daerah ini akan lebih maju lagi, sehingga bisa berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat di Kalteng terutama masyarakat yang tinggal di sekitar objek wisata.

Masih ditempat yang sama pengurus Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalteng mengungkapkan produk turunan CPO mencapai 120 macam bisa terus dikembangkan, namun membutuhkan dukungan Pemerintah berupa regulasi, perijinan dan infrastruktur yang memadai.

Bahkan Kalteng bisa menjadi salah satu pionir produsen CPO berpeluang yang merealisasikan BBM B20, B30 bahkan B100 berbahan CPO dibuat bensin. Sehingga diharapkan mampu mendongkrak nilai tambah.

Talk Show diikuti berbagai pihak, mulai perbankan, lembaga/badan usaha swasta dan pemerintah, akademisi, unsur pemerintah dan sejumlah undangan lainnya diisi dengan tanya jawab, bagaimana mengakselerasi sumber pertumbuhan ekonomi baru Kalteng.(Ytm.Lsn)

image_print

Pos terkait