Pemprov Kalteng dan OJK Kolaborasi Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalteng Herson B Aden saat memberikan sambutan pada Puncak BIK Tahun 2025 di Aula Rahan Lantai II Gedung Rektorat UPR, Selasa (15/10/2025)(Media Dayak/MMC Kalteng)
 
Palangka Raya, Media Dayak
 
Pemerintah Provinsi Kalteng mendukung penuh penguatan literasi dan inklusi keuangan melalui kegiatan Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Tahun 2025 yang digelar di Aula Rahan, Lantai II Gedung Rektorat Universitas Palangka Raya (UPR), Selasa (14/10/2025).
 
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalteng bekerja sama dengan Universitas Palangka Raya, serta dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalteng Herson B Aden yang mewakili Gubernur Agustiar Sabran.
 
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran melalui Herson B Aden menyampaikan apresiasi kepada OJK, UPR, dan seluruh lembaga jasa keuangan atas kolaborasi dalam memperkuat literasi dan memperluas inklusi keuangan di Kalteng.
 
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalteng, saya menyampaikan apresiasi kepada OJK, Universitas Palangka Raya, dan seluruh mitra strategis atas komitmen dalam memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat,” tutur Herson.
 
Ia menegaskan bahwa gerakan inklusi keuangan bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
“Bulan Inklusi Keuangan bukan hanya seremoni tahunan, tetapi gerakan nyata untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat, baik di perkotaan maupun pelosok daerah, memperoleh akses yang setara terhadap layanan keuangan,” tegas Herson.
 
Herson menambahkan, Pemprov Kalteng terus memperkuat kolaborasi dengan lembaga keuangan untuk mendorong transformasi digital, antara lain melalui layanan keuangan digital Betang Mobile milik Bank Kalteng yang kini menjangkau masyarakat hingga ke pedesaan.
 
“Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh masyarakat Kalteng dapat merasakan manfaat digitalisasi keuangan. Layanan perbankan dan internet terus diperluas agar menjangkau hingga ke pelosok daerah,” jelasnya.
 
Ia juga menyoroti pentingnya edukasi dan literasi keuangan di kalangan generasi muda.
 
“Mahasiswa dan pelajar perlu menjadi pelopor literasi keuangan. Mereka harus memahami bahwa pengelolaan keuangan yang bijak sama pentingnya dengan penguasaan teknologi,” ujarnya.
 
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Kalteng Primandanu Febriyan Aziz mengatakan bahwa kegiatan BIK merupakan amanat nasional untuk memperluas akses keuangan dan memperkuat perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.
 
“OJK tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga sebagai mitra pemerintah daerah dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan,” ucapnya.
 
Primandanu juga menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan harus dimulai dari generasi muda, terutama mahasiswa. “Kami ingin mahasiswa memahami bahwa investasi bukan sekadar tren, tetapi sarana membangun masa depan. Pahami risikonya, pelajari instrumennya, dan berinvestasilah di tempat yang legal dan aman,” pesannya.
 
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UPR Wijanarka menyampaikan apresiasi atas kepercayaan OJK yang telah memilih UPR sebagai tuan rumah kegiatan BIK 2025.
 
“Kegiatan ini sangat relevan bagi mahasiswa dalam membangun kesadaran pengelolaan keuangan pribadi. UPR telah memasukkan materi literasi keuangan sejak dua tahun terakhir untuk mencegah mahasiswa terjerat pinjaman online dan perilaku konsumtif,” ujarnya.
 
Kegiatan dengan tema “Inklusi Keuangan untuk Semua, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” ini diharapkan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun masyarakat yang cerdas finansial dan berdaya ekonomi.(MMC/Ytm/Lsn)
 
 
 
 
 
 
image_print

Pos terkait