Plt Kadishub Kalteng, Yulindra Dedy. (Media Dayak/Yanting)
Palangka Raya, Media Dayak
Akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), sejak 25 April 2020 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng atas instruksi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI melakukan pembatasan baik jalur udara, laut hingga darat.
Hal tersebut tentu saja akan berdampak terhadap perekonomian para pekerja dibidang angkutan, sehingga Pemprov Kalteng saat ini tengah membahas pemberian bantuan langusng tunai (BLT) kepada pekerja di bidang angkutan.
Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalteng, Yulindra Dedy mengungkapkan, pihaknya telah melakukan rapat bersama dishub kabupaten/kota se-Kalteng berkenaan penerapan pembatasan perjalanan.
Selain itu, pihaknya juga sudah minta kepada kabupaten/kota se-Kalteng untuk mendata para pekerja yang terdampak akibat pembatasan angkutan tersebut.
“Para pekerja yang terdampak seperti supir dan kernet karena ada empat perusahaan bus di Kalteng yang mempekerjakan masyarakat. Saat ini kami tengah mendata se-Kalteng para supir, kernet dan orang-orang yang terdampak akibat pembatasan ini,” katanya mewakili Gubernur, belum lama ini.
Ia menyebut, untuk di Kota Palangka Raya sendiri pihaknya sudah mendapatkan data sebanyak 617 orang yang terdampak mulai dari supir angkot, gojek, grab hingga supir taksi bandara.
“Untuk jumlah bantuan itu sendiri saat ini masih dirapatkan, nantinya bantuan itu ada yang berasal dari Pemprov Kalteng dan ada yang dari kabupaten/kota masing-masing,” bebernya.
Nanti kami akan ajukan kepada pemerintah pusat, lanjutnya, apabila nanti kabupaten/kota hendak membantu lagi tidak masalah tetapi tidak boleh dari melebihi angka dari Pemerintah Pusat.
Sementara itu, penyaluran bantuan tersebut rencananya akan diberikan mulai akhir Bulan April, hingga tiga bulan ke depan. (YM)












