Pemkab Lamandau Prioritaskan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Masyarakat

Bupati Lamandau (Hendra Lesmana)

Bacaan Lainnya

Nanga Bulik, Media Dayak

Bupati Lamandau Kalimantan Tengah Hendra Lesmana berkomitmen memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat, terutama kebutuhan akan energi dan air bersih dalam program – program pro rakyatnya.

“Infrastruktur itu pasti, tapi sifatnya berkelanjutan mengingat keterbatasan anggaran, yang diprioritaskan adalah bagaimana memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” kata Hendra Lesmana saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (30/1).

Hendra juga mempunyai keinginan besar untuk menciptakan kemandirian energi di tengah masyarakat. Hal itu karena secara topografi wilayah Kabupaten Lamandau pemukiman masyarakat di desa-desa tidak terpusat sehingga untuk pemasangan jaringan instalasi listrik sangat sulit.

Kemandirian energi yang dimaksud adalah dengan menggunakan energi tenaga surya (solar cell) yang dipasang di setiap rumah.

Ia menjelaskan, tidak meratanya masyarakat dalam menikmati energi listrik sangat tidak menguntungkan masyarakat secara ekonomi. Setiap hari masyarakat dibebankan pengeluaran tambahan hingga sebesar Rp150 ribu untuk bahan bakar minyak (BBM) mesin genset sebanyak 10 liter per hari dengan kondisi penerangan menyala 24 jam.

“Sementara itu, kalau penerangan dimatikan pada saat menjelang tidur, pengeluaran mereka sampai Rp80 ribu. Ini jelas tidak menguntungkan masyarakat secara ekonomi,” ujarnya.

Sejatinya Kabupaten Lamandau sudah memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Bio Gas (PLTBG) yang pembangunannya menelan anggaran hingga Rp30 miliar. PLTBG mampu mensuplai energi hingga 1 Mega Watt dengan kapasitas energi sebesar itu dapat menerangi sebanyak 3000 kepala keluarga.

Namun yang menjadi tantangan operasional PLTBG belum bisa dilakukan lantaran masih menunggu proses pelepasan hibah dari pusat ke daerah yang masih terus berproses.
“Secara ekonomis dengan belum meratanya masyarakat menikmati energi listrik sangat tidak menguntungkan karena masyarakat harus mengeluarkan biaya tambahan yang tidak sedikit setiap harinya,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Bumi Bahaum Bakuba itu juga menyampaikan keinginannya agar kebutuhan masyarakat untuk memiliki MCK (mandi, cuci dan kakus) dapat terpenuhi, sehingga masyarakat tidak lagi buang air besar di sungai maupun di tempat – tempat yang tidak mestinya.(Ant/Lsn)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *