Plt. Kadis Haryo Prabowo saat di Kantor Dinas Pertanian Kobar, Jumat (24/4/2026) (Media Dayak/Riduan)
Pangkalan Bun, Media Dayak
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus mengintensifkan pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan guna memastikan hewan yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Kobar, Haryo Prabowo, melalui Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner menyampaikan bahwa pemeriksaan hewan kurban dilakukan dalam dua tahap utama.
“Kami melakukan pemeriksaan hewan kurban dalam dua tahap, yaitu antemortem (sebelum disembelih) dan postmortem (sesudah disembelih). Jadi kedua tahapan ini bertujuan memastikan hewan kurban memenuhi syarat syariat Islam serta menghasilkan daging yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal,” ujarnya.
Ia jelaskan, pada tahap antemortem, petugas memeriksa kondisi fisik hewan sebelum disembelih, termasuk memastikan hewan tidak menunjukkan gejala penyakit menular maupun cacat yang dapat memengaruhi kelayakan sebagai hewan kurban.
“Kami melakukan pemeriksaan ini sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit hewan menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), serta antraks yang dapat berdampak pada kesehatan,” ungkapnya.
Selanjutnya pada tahap postmortem, pemeriksaan dilakukan setelah hewan disembelih yang dilakukan untuk mendeteksi adanya kelainan tersembunyi pada organ dalam hewan.
“Jadi petugas memeriksa secara menyeluruh, mulai dari hati untuk mendeteksi cacing hati (Fasciola sp) atau abses, paru-paru dan jantung guna memastikan tidak ada kerusakan jaringan, hingga limpa dan ginjal untuk memastikan fungsi organ tetap normal. Selain itu, usus dan lambung juga kami cek untuk mendeteksi kemungkinan adanya infeksi parasit,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Pertanian Kotawaringin Barat telah mempersiapkan petugas untuk memeriksa hewan kurban yang telah disembelih ke sejumlah lokasi yang telah ditentukan.
“Kami mengerahkan 88 petugas di 308 titik penyembelihan, baik di masjid, yayasan maupun lokasi yang diusulkan masyarakat,” terangnya.
Di sisi lain, ketersediaan hewan kurban di Kobar dipastikan lebih dari cukup, Owner CV Mazaya Beef, H. Misli, mengatakan bahwa jumlah hewan kurban tahun 2026 di Lapak Penjualan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Untuk tahun ini stok hewan kurban di Kobar melimpah, bahkan bisa menjangkau kebutuhan hingga kabupaten tetangga. Karena yang membuka lapak lebih banyak dibandingkan tahun lalu,” katanya.
Ia menyebutkan, harga sapi saat ini berkisar mulai Rp16 juta hingga ratusan juta rupiah, tergantung ukuran dan bobot. Sedangkan kambing dijual dengan harga antara Rp 3,5 juta hingga Rp 6 juta per ekor.
Dengan pengawasan yang intensif ini, diharapkan pelaksanaan kurban di wilayah Kobar dapat berjalan lancar serta memberikan jaminan keamanan dan kesehatan bagi masyarakat. (Rd/Lsn/Aw)












