Bupati Gumas Jaya S Monong bersama Ketua TP PKK Gumas Mimie Mariatie.(Media Dayak/foto Antara)
Palangka Raya, Media Dayak
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah (Kalteng), menjadikan pergelaran Gebyar Anak 2025 sebagai ruang berekspresi dan berkreasi bagi anak-anak usia dini di daerah itu.
“Melalui acara ini, saya berharap anak-anak Gumas semakin sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia,” kata Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong di Kuala Kurun, Rabu (17/9/2025).
Bupati menegaskan Pemkab Gumas terus memberi ruang bagi anak-anak menumbuhkan kreativitas mereka, salah satunya melalui gebyar anak tingkat kabupaten yang dilaksanakan selama dua hari.
Gebyar Anak menampilkan lomba menyanyi, lomba mewarnai, lomba senam, dan lomba peragaan busana. Adapun peserta lomba adalah murid-murid TK yang berasal dari berbagai kecamatan.
Ia menambahkan, Gebyar Anak ini juga menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Gumas dalam membekali kesehatan, kecerdasan, keceriaan, dan akhlak mulia pada anak dalam menggapai cita-cita mereka di masa depan.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Gumas Aprianto menyampaikan bahwa Gebyar Anak merupakan wujud komitmen bersama, dalam memberi ruang berekspresi, berkreasi, serta pengembangan bakat bagi anak-anak.
Pada acara itu, pihaknya juga telah menetapkan beberapa peserta sebagai pemenang lomba. Adapun juara 1 lomba menyanyi adalah Arsyila Safaluna Purwanto dari TK Negeri Pembina Kuala Kurun, juara 2 Angelo Fortino dari TK Matahari Bunda, juara 3 Chloe Felicia Aurora dari TK Pionir.
Juara 1 lomba mewarnai adalah Elmira dari TK Sinar Kasih, juara 2 Aqila dari PAUD Terpadu Negeri Kampuri Kecamatan Mihing Raya, juara 3 M K Gibran dari TK Kemurahan.
Juara 1 lomba senam adalah TK St Yosef Kuala Kurun, juara 2 TK Karya Bersama II, juara 3 TK Batuah Hurung Bunut. Juara 1 fashion show Audry Kinaya, juara 2 Mikhayla Gladys Maheswari, juara 3 Branden Valdres.
“Anak-anak adalah generasi emas. Melalui kegiatan ini kita ingin membuka ruang agar mereka bebas berekspresi sekaligus menemukan bakat terpendam yang kelak bisa menjadi prestasi,” kata Apriyanto.












