Pemkab Gumas Bentuk Posko Siaga Darurat Karhutla

Plt. Kepala BPBD Gumas Atis,didampingi Camat Kurun Iltem, perwakilan TNI, Polri usai membuka  Posko Siaga Bencana Karhutla di Kecamatan Kurun Tewah, Mihing Raya, dan Rungan Hulu, di Halaman Kantor BPBD setempat, Jumat (1/8/2027)(Atas). Posko Siaga Bencana Karhutla Kecamatan Kurun  di halaman kantor BPBD Gumas (bawah).(Media Dayak/ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Pemkab Gumas) dalam ikhtiarnya menanggulangi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melalui Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gumas telah mengambil langkah cepat dengan membuka Posko Siaga Bencana Karhutla.

Bupati Gumas Jaya Samaya Monong melalui Plt. Kepala BPBD Gumas Atis membuka  Posko Siaga Bencana Karhutla di Kecamatan Kurun Tewah, Mihing Raya, dan Rungan Hulu, di Halaman Kantor BPBD setempat, Jumat (1/8/2027).

Atis menginstruksikan anggota Posko untuk menjaga kesehatannya, selalu berkoordinasi dengan koordinator, dan membuat laporan harian terkait kejadian Karhutla.

“Kita bersinergi dalam upaya bersama menanggulangi Karhutla di wilayah Gunung Mas,” ujar Atis.

Selepas kegiatan, Atis menyampaikan bahwa Posko Siaga Bencana Karhutla bukan hanya formalitas, melainkan wujud keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan warga dan lingkungan.

“kami tidak ingin terlambat. membuka  Posko Siaga Bencana Karhutla ini menjadi pusat kendali cepat untuk semua respon kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Gunung Mas,”t egas Atis.

Atis menjelaskan Posko Siaga Bencana Karhutla diisi oleh personel gabungan dari BPBD,TNI,Polri, Gumas,Dinas Sosial/Tagana, PMI, PDAM, Dinas Kesehatan/Tim PSC, kecamatan, dan unsur perangkat desa dan MPA/relawan.

“Dengan dibentuknya Posko Siaga Bencana Karhutla ini,kita semua berharap dapat meminimalisir kerugian akibat Karhutla dan menciptakan rasa aman di Tengah Masyarakat,” kata Atis.

Menurut Atis, Pemkab Gumas  kerab mengimbau masyarakat Gumas untuk tidak membuka lahan dengan sembarangan bahkan alangkah baiknya jika dilakukan dengan tidak membakar.

Warga Gumas pun diminta melapor jika melihat aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran.

“Karhutla bukan hanya urusan pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Warga harus jadi bagian dari solusi,” kata Atis. (Nov)

image_print

Pos terkait