Palangka Raya, Media Dayak
Calon Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Ben Brahim S. Bahat menegaskan, bahwa tidak ada istilah menjadi boneka politik bagi pasangan Ben – Ujang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan diselenggarakan secara serentak pada 9 Desember 2020 mendatang .
Menurutnya, pasangan Ben – Ujang maju dalam Pilkada serentak Kalteng murni untuk kepentingan Bumi Tambun Bungai dan melakukan gerakan perubahan.
“Saya ini berasal dari keluarga miskin dan saya tahu apa yang dirasakan oleh masyarakat, oleh karena itu pasangan Ben – Ujang maju dipilkada Kalteng, semata-mata untuk masyarakat, daerah dan melakukan gerakan perubahan,” ucap Ben Brahim, saat diwawancarai Mediadayak.id, disela berlangsungnya kegiatan Konsolidasi dan Deklarasi, di Kalawa Convention Hall, jalan Tjilik Riwut Km.8, Minggu (13/9).
Bupati Kabupaten Kapuas ini juga menegaskan, bahwa sebagai putera daerah Bumi Tambun Bungai, dirinya memiliki prinsip yaitu Hidup harus punya integritas dan harga diri, sehingga tidak ada istilah menjadi boneka politik untuk kemenangan Paslon lain.
“Hidup itu harus punya prinsip dan harga diri, walaupun latar belakang saya dari keluarga miskin, tidak ada istilah bagi saya maupun pak Ujang Iskandar untuk jadi boneka politik Paslon lain.” Tegasnya.
Senada, calon Wakil Gubernur Kalteng, H. Ujang Iskandar menegaskan bahwa majunya pasangan Ben – Ujang di Pilkada Kalteng, merupakan harapan dari masyarakat untuk melakukan gerakan perubahan, sehingga pihaknya menepis isu terkait boneka politik yang saat ini beredar di masyarakat.
“Kalau hanya untuk menjadi boneka politik, buat apa kami maju sebagai calon kepala daerah. Kami maju karena kami cinta dengan Kalimantan Tengah dan memang inilah yang menjadi harapan masyarakat hingga kepelosok. Oleh karena itu, adanya isu yang menyebutkan pasangan Ben-Ujang menjadi boneka politik, jelas tidak benar,” pungkas mantan Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) 2 periode ini.(Nvd)











