Nenek Norma Laina (105), tinggal di rumah yang hanya 3 x 4 meter di jalan Palangkaraya – Kasongan bersama 1 orang putranya.(Media Dayak)
Kasongan, Media Dayak
Nenek yang berusia sekitar 105 tahun dengan nama lengkap Norma Laina, tinggal di Jalan Palangka Raya/Pata Kelurahan Kasongan Lama Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan tak pernah tersentuh Bantuan Sosial (Bansos).
Demikian pengakuan yang diungkapkannya kepada sejumlah media, Selasa (12/5).
Bahkan, sejak Katingan menjadi Kabupaten, di tahun 2002 yang lalu hingga sekarang, menurutnya, dirinya, meskipun memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), namun tak pernah memperoleh berbagai bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan. “Jangankan memperoleh bantuan, didata saja belum pernah,”jelasnya.
Kalau sebagian warga kurang mampu yang tinggal di Kabupaten Katingan pernah memperoleh bantuan beras miskin (raskin), PKH, paket sembako dan beberapa bansos lainnya, tapi selama 17 tahun Bumi Penyang Hinje Simpei ini berubah menjadi Kabupaten.
Menurutnya, dirinya tak pernah sekalipun memperoleh berbagai jenis bantuan, baik bantuan dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi mapun Pemerintah Kabupaten Katingan.
Saat sejumlah media menemui nenek yang sudah menjanda dan tinggal bersama putranya di rumah dengan ukuran sekitar 3 x 4 meter itu, dirinya untuk bertahan hidup selama beberapa tahun ini, menurutnya hanya menerima bantuan dari para tetangga di sekitarnya saja. “Memang, tidak setiap hari, namun ada saja tetangga yang mengantar beras, ikan siap saji ataupun makanan lainnya. “Intinya, saya bersama anak saya bisa bertahan hidup selama ini hanya balas kasihan tetangga saja. Karena, saya dan anak saya memang tidak mampu lagi bekerja, apalagi bekerja dengan banting tulang,” akunya.
Jika terjadi sakit terhadap dirinya, orang yang sering membawa dirinya untuk ke Klinik ataupun ke tempat mantri berobat, tetangganya saja. Karena, disamping kondisi dirinya tak memiliki uang untuk berobat, juga tidak memiliki kartu BPJS. “Ingin masuk BPJS, uang untuk membayar bulanannya tidak ada,” akunya.
Melihat keadaan nenek tersebut, Muhamad Supian, salah seorang warga Katingan yang tinggal juga tinggal di sekitar Kasongan ini, saat diminta responnya, Dorinda meminta kepada Pemkab Katingan melalui dinas terkait agar memasukkan nenek tersebut menjadi bagian dari peserta BPJS. Sedangkan untuk iuran bulannnya dibayar oleh Pemkab setempat, seperti ribuan warga Katingan lainnya yang sudah dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Katingan setiap tahunnya.
“Selain itu, Dinas Sosial juga memasukannya ke data warga Katingan yang nantinya bisa memperoleh PKH, raskin dan bansos lainnya,” harap Supian, yang juga Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Katingan ini. (Kas/Lms)











