Kondisi air pada hari ini, Selasa pagi (28/11/2023) badan jalan di depan Masjid As Solihin Desa Bakumpai Kecamatan Katingan Tengah kabupaten Katingan (Media Dayak/lst)
Kasongan, Media Dayak
Kasongan, Media Dayak
Musim penghujan saat ini, bukan hanya di dataran rendah saja yang menjadi langganan banjir tapi ada pula di beberapa daratan yang agat tinggi. Namun kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Kabupaten Katingan, Markus mengingatkan kepada seluruh masyarakat Katingan, dari hulu hingga hilir agar tetap waspada dengan kemungkinan bencana/musibah banjir. Peringatan ini diungkapkannya kepada sejumlah awak media, usai dirinya menghadiri rapat paripurna penyampaian hasil reses, Senin siang (27/11/2023).
Waspada yang dimaksud, masyarakat menurutnya harus mempunyai langkah-langkah yang harus dipersiapkan sebelum terjadinya banjir di lingkungan tempat tinggalnya. Diantaranya membersihkan lingkungan di sekitar tempat tinggal. “Terutama pada saluran air atau selokan dari sampah,” kata Markus.
Kemudian, lanjutnya, bila memungkinkan tinggikan bangunan, dengan cara membuat panggung di dalam rumah, amankan dokumen penting seperti akte kelahiran, kartu keluarga, buku tabungan, sertifikat, ijazah, benda-benda elektronik dan benda berharga lainnya dari jangkauan air banjir.
Selanjutnya, apabila banjir datang dirinya menyarankan kepada masyarakat agar membuat rencana penyelamatan dan komunikasi dengan fihak BPBD ataupun kepada Kades dan fihak Kecamatan serta aparat setempat. “Hal yang tidak kalah pentingnya juga jika banjir bertambah tinggi, matikan aliran listrik dalam rumah dan hubungi petugas PLN untuk mematikan alirannya,” sarannya.
Jika sudah tidak memungkinkan lagi untuk tinggal di rumah lantaran air banjir, menurutnya secepatnya mengungsi ke daerah yang lebih tinggi sedini mungkin. “Namun, sebelum mengungsi, pastikan rumah dalam keadaan aman dan terkunci,” pesan mantan Kabag Protokol di Setda Katingan ini.
Sekedar di ketahui, berdasarkan berbagai informasi masyarakat, untuk saat ini, ada beberapa daerah yang tergenang air banjir saat ini, meskipun hanya mencapai ruas jalan. Dua desa diantaranya adalah ruas jalan di desa Samba Katung dan Samba Bakumpai Kecamatan Katingan Tengah. (Kas/Lsn)
Waspada yang dimaksud, masyarakat menurutnya harus mempunyai langkah-langkah yang harus dipersiapkan sebelum terjadinya banjir di lingkungan tempat tinggalnya. Diantaranya membersihkan lingkungan di sekitar tempat tinggal. “Terutama pada saluran air atau selokan dari sampah,” kata Markus.
Kemudian, lanjutnya, bila memungkinkan tinggikan bangunan, dengan cara membuat panggung di dalam rumah, amankan dokumen penting seperti akte kelahiran, kartu keluarga, buku tabungan, sertifikat, ijazah, benda-benda elektronik dan benda berharga lainnya dari jangkauan air banjir.
Selanjutnya, apabila banjir datang dirinya menyarankan kepada masyarakat agar membuat rencana penyelamatan dan komunikasi dengan fihak BPBD ataupun kepada Kades dan fihak Kecamatan serta aparat setempat. “Hal yang tidak kalah pentingnya juga jika banjir bertambah tinggi, matikan aliran listrik dalam rumah dan hubungi petugas PLN untuk mematikan alirannya,” sarannya.
Jika sudah tidak memungkinkan lagi untuk tinggal di rumah lantaran air banjir, menurutnya secepatnya mengungsi ke daerah yang lebih tinggi sedini mungkin. “Namun, sebelum mengungsi, pastikan rumah dalam keadaan aman dan terkunci,” pesan mantan Kabag Protokol di Setda Katingan ini.
Sekedar di ketahui, berdasarkan berbagai informasi masyarakat, untuk saat ini, ada beberapa daerah yang tergenang air banjir saat ini, meskipun hanya mencapai ruas jalan. Dua desa diantaranya adalah ruas jalan di desa Samba Katung dan Samba Bakumpai Kecamatan Katingan Tengah. (Kas/Lsn)











