dr Robet, Kadis Kesehatan Katingan
Kasongan, Media Dayak
Memasuki musim penghujan di bulan Desember 2019 ini, cuaca agak sedikit ekstrim. Biasanya cuaca seperti ini rentan dengan penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD).
“Karena, nyamuk adies agepty mendatangkan penyakit DBD lantaran gigitannya ini sangat senang berada di air dalam parit-parit atau kaleng-kaleng serta botol-botol bekas yang ada airnya,” kata kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Katingan, dr Robert kepada sejumlah media, Sabtu (7/12) kemaren.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, dia menyarankan kepada semua masyarakat Katingan dari hulu hingga masyarakat yang tinggal di selatan agar menjaga kebersihan lingkungan di tempat tinggalnya masing-masing, dengan cara membuang atau mengubur kaleng dan botol kosong yang ada di sekitar tempat tinggalnya.
“Jangan lupa juga membersihkan parit atau drainase di lingkungan tempat tinggalnya. Karena, nyamuk adies agepty suka bersarang dan hidup di air yang bening,” ujar Robert.
Dengan membersihkan semua drainase di sekitar tempat tinggalnya secara rutin dan mengubur botol seta kaleng-kaleng beaks ke dalam tanah, dirinya berharap nyamuk-nyamuk yang mendatangkan penyakit DBD tersebut tidak betah hidup di sekitar lingkungan yang bersih itu.
Terkait dengan permasalahan DBD, jika ada keluarganya yang diserangnya, mantan direktur RSUD Mas Amsyar ini meminta agar secepatnya membawa ke Pustu atau ke Puskesmas atau dirujuk ke RSUD Mas Amsyar untuk dilakukan pemeriksaan. Sehingga dapat ditangani dengan segera.
“Karena, penderita DBD ini harus ditangani dengan cepat,” tegasnya.
Sedangkan kepada petugas dan pelayan kesehatan di Pustu, Puskesmas dan di RSUD Mas Amsyar, baik sebagai perawat, dokter umum maupun dokter spesialis agar memberikan pelayanan terbaik kepada semua pasien.
“Baik kepada pasien umum maupun pasien yang menggunakan kartu BPJS Kesehatan. Jangan ada perbedaan pelayanan,” ingatnya.
Khusus untuk stok obat-batan, menurutnya semua tersedia. Jika ada petugas atau perawat di apotek RSUD Mas Amsyar atau di Puskesmas yang mengatakan, kehabisan stok menurutnya, sebenarnya bohong saja.
“Sebelum stok habis, petugas Puskesmas, petugas Pustu atau petugas di RSUD yang mengambil ke Dinas Kesehatan bukan orang dinas yang mengantarnya,” katanya. (Kas)











