Mesin Pengering Jagung Vertikal Di Desa Mampuak II Dioperasionalkan

Bupati Barito Utara H Nadalsyah didampingi Kadis Pertanian Ir Setia Budi saat pengoperasian mesin pengering jagung di desa Mampuak I Kecamatan Teweh Timur, Kamis (14/2).(Media Dayak:Diskominfosandi Barut)

Bacaan Lainnya

Muara Teweh, Media Dayak

   Bupati Barito Utara (Barut) H Nadalsyah secara resmi mengoperasionalkan penggunaan mesin pengering jagung vertikal kompayer, di Desa Mampuak II Kecamatan Teweh Timur, Kamis (14/2).  

Peresmian mesin jagung ini ditandai dengan penekanan tombol On oleh Bupati Barito Utara H Nadalsyah didampingi Wakil Ketua II DPRD Ir Hj Mery Rukani, Kepala Perangkat Daerah dan disaksikan seluruh petani yang hadir saat itu.

Bupati Barito Utara H Nadalayah berharap dengan dibangunnya mesin pengering jagung ini  bisa meningkatkan produksi jagung petani di Kabupaten Barito Utara dan petani tidak kesulitan lagi untuk melakukan pengeringan walupun pada musim hujan.

“Saya berharap sarana dan prasarana ini bisa dijaga dan dimanfaatkan sebaik baiknya karena ini adalah aset kita bersama,” kata Nadalsyah.

Bupati yang akrab dispa H Koyem ini juga memberikan saran kepada teknisi agar bisa membuat pondasi yang kuat untuk pijakan mesin penggerak sehingga bila mesin dihidupkan selama beberapa jam  getaran mesin tidak merusak lantai dasar bangunan.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Barut, Ir Setia Budi mengatakan, mesin pengering jagung vertikal kompayer yang dibangun dan siap beroperasi sebanyak tiga unit meliputi wilayah Desa Mampuak I  dan Mampuak II satu unit, Desa Liju satu unit dan Desa Batu Raya I dan Batu Raya II satu unit.

“Kapasitas produksi mesin enam ton per dua jam rasio dua sampai dengan tiga persen per jam penurunan kadar air. Pada tahun 2018 yang lalu produksi jagung Hibrida pipil di Barito Utara  mencapai 146 ribu ton sedangkan harga jual tingkat petani sekitar Rp3.800-Rp.4.200/kg,” kata Setia Budi.

Apabila dilakukan pengeringan sesuai standar, Stia Budi menyatakan, harga jagung para petani meningkat menjadi Rp5.000/kg, 14-15 persen tingkat kekeringan. Kabupaten Barito Utara merupakan sentra perkebunan jagung di Provinsi Kalimantan Tengah.(lna/aw)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *