Palangka Raya, Media Dayak
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Veteriner, pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palangka Raya, Sumardi, mengingatkan masyarakat di kota setempat untuk mewaspadai gigitan hewan penular rabies.
“Kasus rabies di Kota Palangka Raya di dapat setiap tahunnya. Ini dikarenakan sebaran populasi hewan penular rabies sulit terdata,” ungkapnya, Kamis (18/2/2021).
Sumardi mengungkapkan, penyebab adanya kasus rabies juga dikarenakan kurangnya pemahaman masyarakat akan pentingnya pelaporan hewan penular rabies, seperti anjing, kucing dan kera yang dipelihara.
Selain itu, dirinya menyebut belum adanya cek poin di pintu keluar masuk wilayah Kota Palangka Raya, serta kurangnya tenaga tenaga vaksinator yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya.
“Selama tahun 2020 lalu tercatat gigitan hewan terhadap warga di Palangka Raya mencapai 242 kasus, dimana tiga hewan diantaranya positif rabies,” bebernya.
Akan tetapi, menurut Sumardi, dari data yang ada tersebut, maka jumlah kasus gigitan hewan setiap tahun dapat ditekan dan cenderung mengalami penurunan signifikan.
“Sebut saja pada 2017 tercatat 284 kasus gigitan hewan yang mana 45 hewan yang menggigit dinyatakan positif rabies. Kemudian pada 2018 tercatat 294 kasus gigitan dengan 14 diantaranya dinyatakan positif rabies,” ujarnya
Selanjutnya pada 2019 tercatat 255 kasus gigitan hewan penular rabies yang mana 12 diantaranya dinyatakan positif rabies.
“Nah, selama lima tahun terakhir ini tidak ada warga kita yang dinyatakan meninggal usai digigit hewan positif rabies,” jelasnya.
Perlu diketahui ungkap Sumardi, selama tahun 2020 sebanyak 8.131 hewan penular rabies yang tersebar di lima kecamatan Kota Palangka Raya berhasil divaksin anti rabies. Sementara pada 2019 tercatat 7.460 hewan penular rabies divaksin.
“Meski selama ini tidak ada korban meninggal akibat gigitan hewan positif rabies, masyarakat harus tetap mewaspadai kasus tersebut dan aktif melaporkan hewan peliharaanya ke DPKP,” pungkasnya. (MCIM/Ytm/ Lsn)
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Veteriner, DPKP Kota Palangka Raya, Sumardi. (Media Dayak/IsenMulang)













