Legislator PKS Kotim Dukung Penerapan Pembelajaran Tatap Muka

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotim H Suprianto

Sampit, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotim H Suprianto menyatakan sangat mendukung sekolah untuk mulai melaksanakan pembelajaran dengan sistem tatap muka. “Saya dari awal memang orang yang paling tidak setuju dengan sistem pelaksanan pendidikan yang terjadi sekarang (sistem daring,red). Memang lebih baik masuk sekolah. Tentu dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan,” ujarnya Suprianto, Rabu (24-2-2021).

Suprianto menilai, pembelajaran sistem daring atau online yang sudah diberlakukan hampir setahun ini, kurang efektif dibanding pembelajaran tatap muka. Karena sistem daring itu banyak kekuranganya, seperti terbatasnya kesempatan untuk menjelaskan pelajaran secara rinci kepada siswa, serta hambatan-hambatan lainnya. “Kalau ini terus terjadi, dikhawatirkan akan berdampak kurang baik terhadap upaya peningkatan kualitas pendidikan peserta didik. Sistem daring itu sudah sering diungkapkan masyarakat maupun pemerhati pendidikan, bahwa penerapannya kurang efektif. Banyak anak-anak yang justru keluyuran, sehingga tugas-tugas dari guru juga tidak diselesaikan dengan baik,” ucap Suprianto.

Politisi Partai Keadilan Sejahtra (PKS) ini juga menyatakan agar fenomena itu harus disikapi serius oleh semua pihak. Karena kalau ini terus terjadi maka dikhawatirkan akan membuat degradasi kualitas pendidikan, moral maupun pengetahuan generasi penerus. Terkait sikap sebagian masyarakat yang menolak pembelajaran tatap muka, menurut Suprianto, hal itu wajar. Tetapi dia juga meyakinkan bahwa pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

“Apakah bisa menjamin, dengan tidak dilaksanakan sekolah tatap muka maka penularan Covid-19 tidak terjadi? Jawabnya tidak. Yang namanya virus itu, perilakunya akan terus begitu, setidaknya sampai vaksinasi terlaksana secara maksimal,” tukasnya. Dirinya juga menegaskan bahwa penerapan pembelajaran tatap muka bukan berarti mengabaikan ancaman penularan Covid-19. Tetapi potensi penularan virus itu bisa ditekan dan dicegah dengan menerapkan 3 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak. (EM/aw)

image_print

Pos terkait