Kompetisi Positif dan Sportif dalam Lomba Desa dan Kelurahan

Oleh: Dr. Hj. Sunarty Sunardi, M.Pd

(Sekretaris Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Barito Utara)

Bacaan Lainnya

                                                                                                                   

Banyak desa yang tersebar di seluruh nusantara dan setiap desa memiliki potensi yang berbeda-beda dengan tantangan dan kebutuhan yang juga berbeda-beda. Pada dasarnya membangun desa merupakan tugas yang penting untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat desa.

Hal ini ada hubungannya dengan pembangunan desa yang merupakan suatu proses pengembangan dengan melibatkan berbagai aspek kehidupan di desa yang kedepannya bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa dan mencapai kesejahteraan yang berkelanjutan mencakup peningkatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pemerataan ekonomi, dan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan.

Dalam rangka mewujudkan Desa dan Kelurahan di lingkungan suatu wilayah yang mandiri dan sejahtera, maka diperlukan evaluasi perkembangan untuk percepatan kemajuan Desa dan Kelurahan secara berkala melalui penyelenggaraan Lomba Desa dan Kelurahan.

Lomba Desa adalah bentuk pembinaan dan pengawasan pemerintah dengan melakukan penjaringan desa dan kelurahan. Dalam Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 Tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan yang didalamnya juga memastikan bahwa Desa dan Kelurahan yang diikutsertakan dalam Lomba telah dilakukan analisis dan validasi data berdasarkan aplikasi dengan kategori “Berkembang” dan “Cepat Berkembang”.

Pelaksanaan Lomba Desa dan Kelurahan juga untuk mendorong ruang kompetisi yang positif dan sportif kepada Pemerintah Desa dan Kelurahan dalam perencanaan dan pelaksanaan program atau kegiatan pemerintah, pembangunan pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat desa dan Kelurahan.

Desa Berkembang atau Desa Madya merupakan Desa potensial menjadi desa maju, yang memiliki sumber daya sosial, ekonomi dan ekologi, akan tetapi belum secara maksimal mengelolanya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa, kualitas hidup manusia dan menanggulangi kemiskinan. Sedangkan Desa Cepat Berkembang merupakan desa yang dekat atau mudah berhubungan dengan kota.

Adapun kegiatan ekonominya tidak tergantung pada sektor primer atau agraris saja, masyarakatnya menunjukkan perubahan dalam adat dan kebudayaan. Hal ini erat kaitannya dengan pengembangan desa menuju pada proses yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di desa. Kedepannya konsep pengembangan desa memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi ketimpangan antara desa dan kota.

Kompetisi positif merupakan persaingan dalam kebaikan atau adu kemampuan yang bertujuan untuk mencapai hasil yang positif dan menguntungkan bagi individu maupun kelompok. Kompetisi sportif diartikan sebagai sikap mental yang menunjukkan martabat ksatria dan nilai sportif melandasi pembentukan sikap yang menjadi landasan perilaku.

Manfaat selalu sportif nantinya akan menjadikan seseorang lebih peka pada potensi diri dan menjadi pribadi yang lebih tanggap serta kedepannya menjadi sosok yang lebih memahami perjuangan dalam mendapatkan sesuatu yang baik, terutama sosok individu Pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam berproses membangun Desa dan Kelurahan.

Adapun tujuan pelaksanaan Lomba Desa dan Kelurahan antara lain :

(1) Menganalisis dan menilai tingkat perkembangan Desa dan Kelurahan;

(2) Mengetahui kinerja Pemerintahan Desa dan Kelurahan dalam menyusun perencanaan dan pelaksanaan program atau kegiatan di Desa dan Kelurahan;

(3) Memotivasi Desa dan Kelurahan untuk senantiasa meningkatkan kinerja serta inovasi dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat dan penyelenggaraan pelayanan publik.

Capaian output Desa dan Kelurahan yaitu menghasilkan Desa dan Kelurahan yang berprestasi, maju, inovatif, mandiri dan sejahtera. Selain itu, kompetisi ini juga dapat membuka peluang baru, meningkatkan relasi, serta memberikan kepuasan dan apresiasi atas diri sendiri dalam bermasyarakat dan alat ukur kemampuan seorang Kepala Desa dan jajarannya.

Sebagai indikator Penilaian Lomba Desa dan Kelurahan meliputi capaian nilai hasil evaluasi perkembangan Desa dan Kelurahan. Evaluasi bidang pemerintahan Desa dan Kelurahan, evaluasi bidang kewilayahan Desa dan Kelurahan, Penyelenggaraan Pelayanan Publik (Indeks Desa Membangun, tersedianya Peraturan Desa tentang Pembentukan Lembaga Kemasyarakatan Desa, serta pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan).

Selain indikator tersebut, diharapkan nantinya Desa dan Kelurahan dapat memublikasikan berbagai macam terobosan dan inovasi sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan masyarakat, kemampuan memperkuat menjaga stabilitas ekonomi dan sosial dalam menghadapi terpaan dinamika dan tantangan yang terjadi saat sekarang hingga di masa yang akan datang sebagai bentuk mampu dalam beradaptasi kedepannya.

Dalam lomba Desa dan Kelurahan yang kental sekali dengan kompetisi positif dan sportif di dalamnya memuat menilai kinerja pemerintahan kelurahan dan desa dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi pemerintahan, kewilayahan, dan kemasyarakatan serta mengetahui capaian kelurahan dan desa selama satu tahun dalam mewujudkan peningkatan kualitas hidup masyarakat, dimana setelah dilakukan penilaian evaluasi akan diperolah status tingkat perkembangan desa dan kelurahan.

 

 

 

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait