Sekretaris Komisi II DPRD Barito Utara, Ardianto
Muara Teweh, Media Dayak
Tingginya harga bahan kebutuhan pokok yang dikeluhkan masyarakat menjadi perhatian serius kalangan legislatif di Kabupaten Barito Utara. Sekretaris Komisi II DPRD Barito Utara, Ardianto, mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat berbagai langkah strategis dalam mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga pangan di tengah meningkatnya biaya distribusi yang dipengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM).
Menurut Politisi Partai Demokrat DPRDX Barito Utara ini, salah satu upaya yang perlu dilakukan secara berkelanjutan adalah menggelar Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara rutin sebagai bentuk intervensi langsung pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Keluhan masyarakat terkait mahalnya harga sembako harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah daerah perlu terus melakukan intervensi melalui operasi pasar dan gerakan pangan murah secara rutin agar daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Ardianto, Jumat (19/6/2026) di Muara Teweh.
Ia juga menjelaskan bahwa, kenaikan harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok tidak terlepas dari tingginya biaya transportasi dan distribusi yang berdampak pada harga jual di tingkat konsumen. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak.
Ardianto juga menilai pemerintah daerah dapat menerapkan sejumlah langkah strategis, antara lain melalui penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) terhadap komoditas tertentu guna mencegah kenaikan harga yang tidak wajar di pasaran.
Selain itu, pemerintah juga perlu memberikan dukungan kepada petani dan produsen lokal melalui berbagai program subsidi, seperti bantuan benih unggul, pupuk, sarana produksi pertanian, maupun subsidi biaya logistik agar biaya produksi dapat ditekan dan harga jual tetap terkendali.
“Ketahanan pangan daerah harus diperkuat dari sektor hulu. Jika petani mendapatkan dukungan yang memadai, maka produksi akan meningkat dan pasokan kebutuhan pangan dapat lebih terjamin,” ujarnya.
Dalam aspek distribusi, Ardianto mendorong percepatan penyaluran cadangan pangan pemerintah serta pengawasan terhadap rantai distribusi agar tidak terjadi hambatan yang dapat menyebabkan kelangkaan barang maupun lonjakan harga di pasaran.
Ia juga meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk mengoptimalkan peran Satgas Pangan dalam melakukan pengawasan terhadap ketersediaan stok dan menindak tegas praktik penimbunan maupun spekulasi harga yang merugikan masyarakat.
“Pengawasan harus diperketat. Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan situasi dengan menimbun barang atau memainkan harga sehingga semakin membebani masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ardianto menilai program bantuan pangan bagi masyarakat rentan juga perlu terus dilanjutkan sebagai bentuk perlindungan sosial, terutama ketika terjadi kenaikan harga komoditas strategis.
Di sisi lain, peningkatan produksi pangan dalam daerah harus menjadi prioritas jangka panjang. Menurutnya, Barito Utara memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan sektor pertanian dan pangan lokal guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
“Pemerintah daerah perlu terus mendorong peningkatan produksi komoditas pangan strategis di daerah. Semakin kuat produksi lokal, maka ketahanan pangan daerah akan semakin baik dan harga kebutuhan pokok dapat lebih stabil,” katanya.
Ia juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, petani, distributor, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.
“Tujuan akhirnya adalah menjaga daya beli masyarakat dan memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia. Dengan langkah yang terukur dan berkelanjutan, kita optimistis inflasi dapat dikendalikan dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.(Lna/Aw)













