Komisi II DPRD Barito Timur Soroti Lambannya Proses GU

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Barito Timur, Wahyudinnoor.

Taming Layang, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Barito Timur (Bartim), Wahyudinnoor, menyoroti lambannya proses ganti uang persediaan atau GU, sehingga berdampak pada pencairan yang menjadi lambat dan mempengaruhi serapan anggaran di setiap OPD.

“Pemerintah daerah hendaknya meningkatkan sistem pengelolaan keuangan daerah, hal ini terbukti karena serapan anggaran kita untuk Barito Timur masih rendah,” kata Wahyudinnoor, Senin (25/04).

Diungkapkannya, hingga memasuki masa sidang kedua proses GU baru dilakukan satu kali, padahal daerah lain sudah melakukan tiga kali.

“Proses GU di Barito Timur tidak lancar, sudah memasuki masa sidang kedua GU kita baru satu kali, kalau didaerah lain seperti Palangka Raya, Kota Waringin Timur mereka GU-nya bisa sudah tiga kali,”paparnya.

Wahyudinnoor khawatir serapan anggaran yang lambat membuat target kinerja di setiap OPD tidak menjadi tercapai. Karena itu, dia meminta pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap masalah ini.

“Apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri, otomatis perputaran perekonomian masyarakat meningkat, selanjutnya proses tunjangan-tunjangan yang akan diterima oleh pegawai negeri dan yang memang berhak menerimanya, agar segera untuk dilaksanakan,” katanya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB ini, juga meminta Pemerintah Daerah mendorong agar proses GU dapat berjalan dengan semestinya. Menurutnya, proses GU sebenarnya bisa beriringan antara SIMDA dengan sistem pengelolaan keuangan yang baru yakni SIPD.

“Kita di Barito Timur ini hanya menggunakan pola sistem SIPD yang jadi permasalahan adalah, mereka-mereka yang mengelola ini belum mempunyai kemampuan atau belum sepenuhnya menguasai, karena menggunakan sistem yang rumit, harusnya mereka ini diberikan pelatihan-pelatihan agar bisa menjalankan aplikasi SIPD dengan baik, kalau pun tidak mampu atau belum menguasai harusnya menggandeng pihak ketiga atau bergandengan antara SIMDA dan SIPD,”jelasnya.

Wahyudinnoor berharap, dengan pembenahan yang segera dilakukan oleh pemerintah daerah, roda perekonomian di Barito Timur ini bisa berjalan dengan lancar.

“Memang dengan sistem keuangan yang baru ini cukup rumit, kita di Barito Timur kalau tidak menggunakan pola yang beriringan antara SIMDA dan SIPD serta tidak menggunakan jasa pihak ketiga akan sulit, hendaknya tenaga-tenaga di bidang keuangan itu benar-benar diperhatikan kinerjanya sehingga bisa berjalan dengan lancar,”tandasnya. (TL/RHF)

image_print

Pos terkait

Berita Olahraga Pilihan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.