Ketua Komisi II DPRD Pulang Pisau, Yoppy Satriadi, SE (Kanan)
Pulang Pisau, Media Dayak
Banjir yang merendam beberapa Desa dan Dusun di Kecamatan Maliku dan Kecamatan Sebangau Kuala mendapat perhatian dari banyak pihak. Pasalnya, selain faktor hujan, banjir juga disinyalir terjadi karena pembuatan tabat dan pembukaan lahan PBS PT.Surya Cipta Perkasa (SCP) tidak sesuai atau sembarangan tanpa memperhatikan kerusakan atau dampak lingkungan yang akan terjadi.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Pulang Pisau, Yoppy Satriadi SE mengatakan, pihaknya akan melakukan pemanggilan kepada pihak PT Surya Cipta Perkasa (SCP).
“Kita akan melakukan dengar pendapat serta penjelasan terkait dengan laporan masyarakat atas kondisi banjir yang terjadi. Termasuk pempertanyakan ijin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal)-nya,” katanya.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini juga meminta kepada Pihak PT SCP untuk lebih peduli terhadap Desa dan masyarakat sekitar lokasi tempat usaha.
“Silakan berusaha dan berinvestasi di Kabupaten Pulang Pisau, tapi jangan lupa dengan kewajiban kewajiban perusahaan terhadap Desa dan masyarakat sekitar. Corporate Social Responsibility (CSR) kan harusnya ada dari perusahaan,” pungkasnya.
Terpisah, kepada awak media melalui pesan singkat Whatsapp, Kepala Tata Usaha (KTU) PT.SCP Junet menyatakan, dalam rangka menyikapi permasalahan tersebut pihak perusahaan telah melakukan rapat koordinasi bersama Camat Maliku, Kapolsek Maliku, Kades Gandang Barat, Danramil Pandih Batu, Balai Pengairan Pulang Pisau, Pejabat SCP dan masyarakat Gandang Barat pada Jumat 6 Februari Jam 7.30 WIB lalu.
“Dalam rapat tersebut telah disepakati oleh berbagai pihak terkait bersama masyarakat dan perusahaan, minta bantu alat berat dari pihak PT SCP mulai dari portal 14 pos 1 sampai dengan dermaga,” Jelas Junet dalam pesan singkat yang diterima awak media.(Hmn/Lsn)













