Wakil Bupati Gumas Efrensia LP Umbing. (Media Dayak/Ist)
Kuala Kurun, Media Dayak
Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) bersama TNI/Polri terus berjibaku melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk kesehatan dan keselamatan masyarakat. Namun, ikhitiar itu tidak selalu linear dengan keinginan masyarakat dalam mendukungnya.
“Kesadaran dan kemauan masyarakat Gunung Mas untuk mengikuti vaksinasi masih rendah. Capaian vaksinasi dosis kedua baru 57,03 persen. Dosis pertama 86 persen. Ini tantangan bagi kita untuk bagaimana capaian vaksinasi dosis kedua dan booster (lanjutan) bisa mencapai 70 persen,” kata Wakil Bupati Gumas Efrensia LP Umbing usai Rapat Evaluasi dan Perecepatan Vaksinasi Covid-19 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gumas di ruang rapat lantai satu Kantor Bupati Gumas, Jumat (25/3).
Dia mengungkapkan alasan masih banyak masyakat ogah disuntik vaksin yakni, takut disuntik, adanya penyakit bawaan, kesibukan, dan alasan lainnya yang mengemuka. Hal itu harus disikapi dengan strategi khusus serta penyebaran informasi yang edukatif dan konstruktif terkait tujuan vaksinasi.
“Pemerintah Kabupaten Gunung Mas bersama TNI/Polri akan gaspol dalam pelaksanaan vaksinasi. Dalam 7 hari kedepan, sebelum pelaksanaan ibadah puasa ramadhan, kita targetkan vasinasi dosis kedua mencapai 70 persen. Sebanyak kurang lebih 1.600 orang warga Gunung Mas yang harus disuntik vaksin dosis kedua. Dosis pertama dan dosis lanjutan juga diberikan,” ujar Efrens.
Efrens menegaskan tiap kecamatan, desa dan kelurahan wajib menggenjot vaksinasi. Tim percepatan vaksinasi pun sudah di bentuk. Tim bersama TNI/Polri akan menyusun strategi sesuai situasi kondisi yang ada di kecamatan, desa dan kelurahan. Diperlukan sinergisitas semua pihak serta dukungan masyarakat dalam mencapai target vaksinasi yang maksimal.
“Pemerintah Kabupaten Gunung Mas berharap masyarakat Gumas tidak lagi termakan berita hoaks terkait vaksinasi. Vaksinasi Covid-19 aman dan halal. Tujuannya mendorong terbentuknya kekebalan kelompok, menjaga produktivitas serta penurunan dampak ekonomi dan sosial, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan masyarakat dan menurunkan jumlah pasien dan kematian akibat Covid-19,” tuturnya.
Wanita yang pernah menjadi Kepala Inspektorat Provinsi Kalteng itu pun mengakui kendala lainnya yakni, beberapa kepala desa dan perangkat desa yang tidak aktif melaksanakan vaksinasi di desa. Sejatinya kepala desa dan perangkat desa aktif memberikan pemahaman ke warga desa akan manfaat vaksinasi.
“Kepala desa dan perangkat desa tidak boleh mengabaikan arti penting pelaksanaan vaksinasi mengingat vaksinasi penting untuk kesehatan dan keselamatan. Optimalkan pelaksanaan vaksinasi di desa. Warga desa yang sudah divaksin ajak warga desa lainnya yang belum divaksin untuk disuntik vaksin. Jangan sepelekan vaksinasi,” tandas Wabup. (Nov/Aw)












