Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran foto bersama rombongan delegasi Belanda setelah melakukan dialog di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (22/01/2020) sore.(Media Dayak/Yanting)
Palangka Raya, Media Dayak
Rombongan delegasi Belanda datang ke kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) selama dua hari dua malam, sejak 21 hingga 22 Januari 2020. Kunjungan yang dihadiri oleh kedutaan besar (dubes) Belanda, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Protokol Kerajaan Belanda ini dalam rangka mempersiapkan kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Kalteng pada pertengahan Maret mendatang.
Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran menyambut baik kedatangan rombongan delegasi ini bahkan dengan senang hati dan tangan terbuka akan menyambut kedatangan Raja dan Ratu Belanda ke Bumi Tambun Bungai ini. Pihaknya pun merasa bangga lantaran Kalteng menjadi salah satu provinsi yang dipilih untuk dikunjungi.
“Tamu adalah raja, jadi kami akan menyambutnya. Kami selaku tuan rumah siap menyambut kedatangan Raja dan Ratu Belanda ini, dan kami sampaikan terima kasih atas perkenannya datang ke Bumi Tambun Bungai ini,” kata Sugianto saat dialog bersama delegasi Belanda di Aula Eka Hapakat Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (22/01/2020) sore.
Sementara itu, Dubes Belanda untuk Indonesia Lambert Grijns mengatakan, kedatangan Raja dan Ratu Belanda ke Kalteng tidak hanya berkaitan dengan lawatan kenegaraan dengan Pemerintah Indonesia. Namun kunjungan ke daerah ini karena Kerajaan Belanda mengaku tertarik dengan Kalteng yang terkenal budaya, potensi hutan dan gambut.
“Kalteng menjadi salah satu provinsi yang dikunjungi Kerajaan Belanda, dan itu bukan tanpa alasan. Dari potensi hutannya, dan kekayaan sumber-sumber yang berasal dari hutan menjadi daya tarik Raja dan Ratu,” bebernya.
Lambert Grijns juga menjelaskan, Raja dan Ratu Belanda dalam kunjungannya nanti akan berdiskusi dengan Pemerintah Provinsi Kalteng terkait cara merawat hutan dan memperkuat peran penduduk sekitar hutan.
Tak hanya soal hutan, lanjutnya, nantinya dalam pertemuan dengan pemerintah juga akan dibicarakan mengenai pertanian lokal yang mampu bermanfaat untuk perekonomian. Oleh sebab itu, pihaknya menyebut kunjungan ini diharapkan mampu meningkatkan hubungan kedua belah pihak agar lebih baik lagi dalam berbagai bidang.
“Hutan di Kalteng memiliki banyak potensi ekonomi. Semua itu harus bisa dimanfaatkan. Tentunya kami berharap kunjungan dari Kerajaan Belanda ada sesuatu hal yang bisa dilanjutkan,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Kepala Protokol Kerajaan Belanda sekaligus Ketua Rombongan Delegasi Belanda Simon Van Der Burg juga mengaku terkesima dengan sambutan dan perhatian masyarakat Kalteng kepada rombongan.
“Saya sering datang ke beberapa Bandara di Dunia, tapi saya tidak pernah disambut dengan tarian dan musin yang diatur sedemikian rupa dan kami menilai ini sangat indah sekali, di tempat yang lain kami tidak pernah menemuinya,” pungkas Simon.(Yanting/aw)











