
Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran diwakili Kepala Biro Hukum Setda Kalteng, Saring menabuh katambung saat membuka Rapat Kerja KKBPK di Swiss-Belhotel, Kamis (21/3).(Media Dayak/Ist)
Palangka Raya, Media Dayak
Pemerintah Provinsi Kalteng bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalteng menggelar rapat kerja daerah program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Ballroom Danum Swiss-Belhotel, Palangka Raya, Kamis (21/3).
Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Kalteng, Saring mengatakan, daya saing sumber daya manusia di Kalteng masih rendah.
“Jika disesuaikan dengan Visi dan Misi Pemerintah Daerah, maka Program KKBPK masuk dalam Misi Peningkatan Pendidikan, Kesehatan dan Pariwisata yang akan mendongkrak IPM Kalteng,” katanya.
Seperti diketahui, lndek Pembangunan Manusia (IPM) Kalteng dengan nilai 68,53, berada dibawah rata-rata Nasional yang tercatat 69,55 tahun. indeks tertinggi pembangunan di kota Palangka Raya dengan nilai 78,62, dan terendah di kabupaten Seruyan dengan nilai 64,77.
Gubernur menilai, apabila pendidikan berhasil, secara tidak langsung akan berdampak pada Program Kependudukan, yaitu adanya Penundaan Usia Kawin Pertama dan berdampak juga pada Tingkat Kelahiran dan Laju Pertumbuhan Penduduk.
Demikian juga apabila Program Keluarga Berencana (KB) berhasil, secara tidak langsung akan berdampak pada Penurunan Angka Kematian lbu dan Angka Kematian Anak dan Bayi, serta dengan jumlah anak yang sedikit akan memberikan kesempatan dan kemampuan kepada keluarga atau orang tua untuk menyekolahkan anaknya Iebih tinggi.
Diakui, tantangan dalam Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia di Kalteng salah satunya adalah Tingginya Angka Kelahiran Pada rentang usia 15-19 tahun, yang berarti terjadi Perkawinan Pada Usia Dini.
Program Keluarga Berencana tidak hanya ditujukan untuk menjawab isu Pengendalian Kuantitas Penduduk, Program KB dimaksudkan agar setiap keluarga selain dapat mengatur jumlah anak, juga dapat memberikan pengasuhan, layanan kesehatan dan pendidikan dengan Iebih optimal, serta meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraannya.
Hal senada diungkapkan Plt, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKN, Dwi Listyawardani yang menjelaskan, Perkembangan Massa Otak 70-80 persen terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan.
Keberhasilan pada 1000 hari pertama kehidupan anak dapat menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, yang akan menentukan kualitas SDM usia produktif, serta akan berpengaruh pada Iamanya bonus demografi yang dinikmati oleh Provinsi Kalteng pada tahun 2028-2032. Artinya, semakin baik kualitas SDM maka semakin lama pula Kalteng, menikmati Bonus Demografi.
“Untuk menggelorakan kembali Program KKBPK dalam mempercepat pembangunan khususnya Daerah tertinggal, terpencil, perbatasan dan kepulauan, Presiden Joko Widodo telah mencanangkan Kampung KB di Cirebon pada tahun 2016, yang kemudian dilanjutkan dengan Pembentukan Kampung KB di seluruh Indonesia, termasuk di Kalteng yang saat ini sudah terbentuk 287 Kampung KB yang tersebar di 13 Kabupaten dan 1 Kota,” urainya.
Dijelaskan, kampung KB merupakan fokus dari upaya untuk membangun keluarga yang sejahtera dan berkualitas, ini tidak hanya berkaitan dengan pengendalian kelahiran anak saja tetapi berkaitan juga dengan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, kampung KB sebagai fokus pembangunan keluarga kecil dan sejahtera membutuhkan dukungan dari semua sektor.
“Guna mencapai sasaran Program Pemerintah baik Nawacita maupun Kalteng Berkah, melalui penguatan, sinergitas dan komitmen pemangku kepentingan dan mitra kerja di seluruh tingkatan wajib dilakukan. Dan BKKBN sebagai lembaga Pemerintah Pusat yang ada di daerah, harus dapat berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terutama dalam menyusun mengembangkan dan menindaklanjuti berbagai kebijakan strategi. Pembangunan KKBPK termasuk Program di Kampung KB sehingga pelaksanaan Program dan Kegiatannya dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.(YM)












